alas kaki cibaduyut bandung

Produk Alas Kaki Bandung Tembus 27 Negara

[sc name="adsensepostbottom"]
alas kaki cibaduyut bandung
Ilustrasi. Foto: infobdg.com

Bandung – Potensi alas kaki Indonesia sangat besar. Hingga 2013, total ekspor alas kaki Indonesia sebesar 3,68 miliar USD atau baru memenuhi tiga persen dari total permintaan dunia.

“Dari total 3,68 miliar USD, Kota Bandung menyumbang 23,48 juta USD. Produk kita menyebar di 27 negara negera seperti Cina, Denmark, Argentina, Perancis, Meksiko, Thailand, dan Vietnam,” ujar Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan Kota Bandung, Eric Mohamad Atorik kepada wartawan, Selasa (14/10/2014).

Eric menjelaskan, ekspor terbesar alas kaki Kota Bandung ke Amerika Serikat sekitar 46,16% dari total ekspor. Ia menambahkan,  alas kaki terbesar di Kota Bandung berada di Cibaduyut. Mereka rata-rata memproduksi sepatu kulit.

“Di Cibaduyut ada 485 pengrajin. Selain alas kaki, Cibaduyut memproduksi kerajinan kulit lainnya seperti tas dan ikat pinggang. Saat ini, Cibaduyut menjadi satu dari 15 sentra yang menjadi konsen kami,” ungkapnya.

Saat ini, pengrajin kerap kesulitan dalam memasarkan produknya, terutama di dalam negeri. Hal ini disebabkan apreasiasi masyarakat terhadap produk lokal masih rendah.

Untuk itu, pada 15-17 Oktober mendatang, pihaknya akan menggelar pameran Bandung Tren Kulit dan Sepatu 2014. Rencananya, acara akan diikuti 70 pengrajin.

Dengan pameran ini, ia berharap, pengrajin meningkatkan daya siang produknya. Hal ini serjalan dengan Asean Economic Community yang akan berlangsung 2015 mendatang. Tak hanya itu, pameran kali ini berisi edukasi untuk mengenalkan produk lokal ke masyarakat.

Sementara itu, ketua panitia penyelenggara pameran, Deni Drimawan menjelaskan, acara ini akan dilengkapi dengan talkshow sebagai ajang kampanye produk lokal. “Kami sengaja menggelar kegiatan ini pada akhir bulan. Tujuannya untuk mengetahui respons pasar,” imbuhnya.

Dan untuk menarik pengunjung, pihaknya menggelat berbagai doorprize serta pendaftaran merek gratis HKI serta konsultasi.

Seperti diketahui, sepatu Cibaduyut menjadi salah satu sentra produk lokal yang tengah dikembangkan. Di lihat dari sejarahnya, sentra ini dikenal sebagai home industry alas kaki sejak tahun 1920-an. Saat itu, beberapa orang warga bekerja pada sebuah pabrik di Kota Bandung.

Setelah memiliki keterampilan dalam membuat sepatu, mereka berhenti sebagai pekerja. Mereka pun mulai merintis usaha sendiri dan menjualnya di lingkungan rumah. Lama-kelamaan, jumlah pengrajin bertambah banyak. Cibaduyut pun dikenal orang sebagai tempat orang mencari sepatu murah.

Bahkan, MURI pernah menganugrahkan Cibaduyur sebagai kawasan terpanjang khusus sentra industry sepatu. Karena, dia jalan sepanjang 2 km ini, took maupun kios insutri sepatu berjejer dengan rapi.