Produk Tabungan BRISyariah Tumbuh Pesat

[sc name="adsensepostbottom"]

Ketika kinerja sebagian besar bank menurun bahkan ada yang mengalami pertumbuhan negatif, pertumbuhan tabungan BRISyariah justru melesat hingga 40 persen pada kuartal tiga 2014 dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sementara, pada Oktober 2014 pertumbuhan produk tabungan pun dapat dijaga di kisaran 36 persen.

BRI-syariahMenurut Corporate Secretary Group Head BRISyariah Lukita T. Prakasa, pertumbuhan tabungan meningkat pesat karena BRISyariah menerapkan strategi bisnis “out of the box”. “Bank-bank lain berlomba-lomba meningkatkan pendapatan dari fee based income, namun BRISyariah justru menggratiskan. Inilah cara kami memanjakan nasabah, yakni memberikan layanan serba gratis. Hal tersebut menumbuhkan loyalitas nasabah,” katanya, dalam siaran pers yang diterima mysharing.co, Senin (17/11).

Produk tabungan unggulan BRISyariah adalah Tabungan Faedah BRISyariah iB. Fasilitasnya antara lain setoran awal ringan mulai Rp 50 ribu, gratis biaya administrasi bulanan tabungan dan kartu atm; gratis biaya tarik tunai, cek saldo dan transfer di mesin atm BRISyariah, Bank BRI, dan mesin atm bank lain jaringan ATM Prima & ATM Bersama; dan gratis biaya debit Prima.

Di sisi lain, terkait pembiayaan mikro, Lukita menyebutkan tingkat pembiayaan bermasalah (NPF) pembiayaan mikro BRISyariah sangat rendah, yakni di bawah satu persen.  “Hal itu karena business model yang dirancang oleh Unit Mikro Syariah (UMS) BRISyariah sangat prudent.” ujarnya. Baca: BRISyariah Dukung Nasabah BMT UGT Sidogiri Gunakan Fasilitas ATM

Ia menjelaskan, target pembiayaan mikro BRISyariah tidak jor-joran seperti bank-bank syariah lainnya. Target Sales Officer (SO) BRISyariah  relatif jauh lebih rendah dibandingkan bank-bank syariah lain.  “Hal itu demi menjaga kualitas pembiayaan tersebut, sehingga NPF bisa ditekan serendah mungkin,” tuturnya.

Sementara untuk pembiayaan KPR Sejahtera/FLPP (KPR bersubsidi), bank yang menginjak usia 6 tahun ini juga telah membiayai  4.650 unit rumah sederhana. “Hingga Oktober 2014, jumlah nominal pembiayaan KPR Sejahtera  berkisar Rp 369 miliar,” ungkap Lukita.

Berdasar laporan keuangan per September 2014, BRISyariah mencatat dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp 15 triliun, dimana produk tabungan berkontribusi sebesar Rp 3,4 triliun. Sementara, aset naik dari Rp 16,7 triliun menjadi Rp 18,5 triliun. Selama dua tahun berturut-turut BRISyariah juga berhasil meraih peringkat AA+ dari Fitch Ratings. Baca: BRI Syariah Peroleh Rating AA+