Kualitas rumah layak yang dibangun koperasi ini memenuhi standar international minimal yang ditetapkan UN Habitat.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop & UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menilai program Rumah Layak Huni (RLPH) yang dikembangkan Koperasi Syariah Benteng Muda Indonesia (KS BMI) Tangerang, bisa menjadi contoh bagi koperasi lain. Yakni, bagaimana memberikan manfaat sebesar-besarnya pada anggota koperasi.
“Program bedah rumah dalam bentuk RLH ini, menurut saya, ide yang orisinil dan bisa menjadi inspirasi best practice bagi koperasi lain dalam memberikan manfaat pada anggotanya. Apalagi Kemenkop dan UKM saat ini tengah melakukan reformasi total terhadap koperasi yaitu rehabilitas, reorientasi dan pengengambang koperasi,” papar Puspayoga disela penyerangaan bantuan RLH kepada pasangan Untung dan Itin, anggota KS BMI, di desa Bojong Kamal, Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang, Minggu (18/9).
Sebagaimana dalam rilisnya yang diterima MySharing, Senin (19/9), Pospayoga semakin kagum melihat kualitas rumah layak yang dibangun koperasi ini tidak sembarangan melainkan memenuhi standar international minimal yang ditetapkan UN Habitat, yakni lembaga resmi di bawah PBB.
Sejak bulan Maret 2015 hingga sekarang KS BMI telah berhasil membangun 12 RLH secara gratis bagi anggotanya, baik yang terkena bencana putting beliun, kebakaran maupun memang tidak layak huni. Pembiayaan bersumber dari sebagian provinsi 1 persen dikenakan atas pinjaman koperasi yang diberikan.
Selain membangun RLH, koperasi ini juga memberikan pinjaman kepada anggota dalam rangka memperbaiki saluran air dan sanitasi.
Pospayoga menegaskan, terkait reformasi total koperasi ini, Kemenkop dan UKM tidak membutuhkan kualitas koperasi, namun lebih menitik beratkan pada kualitas. “Biarlah koperasi jumlahnya sedikit, tapi perbanyaklah anggotanya dan semakin ditingkatkan kualitasnya. Contoh ya KS BMI ini yang jumlah anggotanya bisa mencapai 115 ribu orang, yang tersebar di empat kabupaten di Banten, yaitu Tangerang, Pandegelang, Lebak, dan Serang,” tegasnya/
Bupati Tangerang A Zaki Iskandar dukung program bedah rumah yang dikembangkan KS BSMI.
“Apalagi di kabupaten tangerang ini ada sekitar 18 ribu rumah yang tidak layak huni, dimana 5 ribu diantaranya dalam kondisi sangat parah. Karena itu, saya harapkan para camat di kab Tengerangi bisa menjalin kerjasama dengan berbagai pihak khususnya KS BMI untuk membuat semacam program bedah rumah ini,” pungkasnya.

