Ki-ka : GM Resources Mobilization Dompet Dhuafa Urip Budiarto, Peternak Hewan Kurban, Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartarti, dan Direktur Utama Dompet Dhuafa Imam Rulyawan pada konferensi pres Kurbanesia Berlimpah Keberkahan di Gado-Gado Boplo, Jl. Gereja Theresia, Jakarta, Rabu (10/9). foto:MySharing.

Program THK, Dompet Dhuafa Perdayakan Peternak Lokal

[sc name="adsensepostbottom"]

Untuk satu ekor kambing, peternak bisa menerima keuntungan Rp 200.000.

Untuk mensukseskan program Tebar Hewan Kurban (THK) yang tahun ini menargetkan dapat menyebar 25.000 hewan kurban,  Dompet Dhuafa memberdayakan  para peternak  lokal yang tergabung dalam program Kampoeng Ternak Nusantara (KTN).

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi Imam Rulyawan menuturkan,  program THK merupakan perwujudan dari model bisnis sosial yang turut mengangkat perekonomian para peternak binaan yang telah ada selama ini.

“Jauh sebelum Idul Adha, para peternak lokal akan diberikan permodalan dan pengetahuan soal ternak. Dari merekalah hewan-hewan kurban dalam program THK didapatkan,” kata Imam pada konferensi press Kurbanesia Berlimpah Keberkahan di Gado-Gado Boplo, Jl. Gereja Theresia, Jakarta, Rabu (10/9).

Menurutnya, saat ini ada 39 lembaga mitra dalam  program THK Dompet Dhuafa. Setiap mitra mengkoordinasi sekitar 20-an peternak, sehingga ada sekitar 780 peternak yang akan mensukseskan program  ini. “Untuk satu ekor kambing, peternak bisa menerima keuntungan Rp 200.000. Satu peternak bisa memelihara 10 sampai belasan  hewan ternak,” ungkapnya.

Dalam  proses persiapannya,  lanjut Imam,  Dompet Dhuafa juga melakukan upaya pengendalian mutu secara berkala kepada hewan kurban di seluruh Indonesia. Ini dilakukan agar hewan kurban untuk program THK memiliki kualitas yang sesuai dengan standar kepatutan kurban.

Program THK sendiri sudah bergulir sejak 1994. Salah satu tujuannya agar daging kurban tidak menumpuk di kota-kota besar saja. Pasalnya ketika Idul Adha, masih banyak masyarakat kurang beruntung di daerah pelosok yang tidak mendapatkan daging kurban.

[bctt tweet=”Tujuannya agar daging kurban tidak menumpuk di kota-kota besar saja” username=”my_sharing”]

Melalui program ini,  diharapkan nantinya  daging kurban akan didistribusikan setidaknya ke 25 provinsi di seluruh Indonesia. Daerah-daerah yang menerima penyaluran hewan kurban program THK mayoritas adalah yang tinggal di pelosok-pelosok Nusantara, rawan gizi, terbelakang, miskin, daerah yang terkena bencana dan kerusuhan, wilayah perbatasan, kawasan dalam pegunungan, pesisir pantai, hingga pulau terluar.