Unit syariah Prudential (Prusyariah) mencatat pertumbuhan lebih dari 20 persen dibanding tahun lalu. Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan Prudential pun membuka kemungkinan untuk bekerjasama dengan bank.

Direktur Corporate Marketing & Communications Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo, mengatakan sejak Prusyariah diluncurkan pada September 2007 bisnisnya selalu mengalami peningkatan. “Sampai dengan sekarang Prusyariah pertumbuhannya lebih dari 20 persen dari tahun lalu,” kata Nini dalam Media Gathering Prudential, Selasa petang (15/6).
Untuk meningkatkan pertumbuhan, Prudential juga bekerja sama dengan lima bank di Indonesia. “Ke depannya untuk bekerja sama dengan bank lain kalau ada peluang ke sana, kami akan gali,” ujar Nini. Indonesia dengan populasi penduduk muslim terbesar menjadikan potensi pasar syariah yang cukup besar.
Sementara, Presiden Direktur Prudential Indonesia, William Kuan, mengatakan pihaknya melihat ekonomi syariah telah menjadi alternatif menarik bagi masyarakat. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar dinilai sebagai suatu fase luar biasa bagi industri jasa keuangan syariah termasuk asuransi. “Kami paham kebutuhan asuransi masyarakat masih jauh dari memadai dan berusaha memenuhi kebutuhan tersebut sejalan dengan misi dan upaya OJK,” katanya.
Ia tak menampik tantangan yang masih dihadapi adakah masih minimnya pemahaman masyarakat terutama pada produk asuransi syariah dan edukasi yang masih kurang. “Hasil studi kami hanya sekitar satu persen penduduk Indonesia yang mempunyai asuransi syariah, walau minat untuk mengenal asuransi syariah cukup besar,” tukas William.
Sebagai langkah edukasi konsumer mengenai asuransi syariah, lanjut Nini, pihaknya sedang menjajaki kerjasama dengan salah satu organisasi. “Khusus asuransi syariah kami mau roadshow ke enam kota terkait literasi keuangan syariah. Kerjasama ini baru sebagai pilot, nanti kalau berlangsung dengan baik akan kami teruskan lagi,” jelas Nini, yang enggan menyebutkan nama organisasi tersebut karena masih dalam tahap penjajakan.
Namun, menurut Nini, edukasi masif mengenai Prusyariah yang kontinu tetap berasal dari agen. Saat ini lebih dari 60 ribu agen Prudential telah memiliki lisensi asuransi syariah, sehingga mereka dapat memasarkan produk Prusyariah. Lisensi ini telah menjadi komplemen bagi agen yang ingin mengambil ijin memasarkan asuransi syariah, selain lisensi dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang telah menjadi suatu kewajiban bagi agen asuransi. Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) telah mewajibkan agen yang ingin memasarkan produk asuransi syariah untuk memperoleh lisensi agen asuransi syariah.

