Pengelolaan zakat nasional diharapkan dapat diperkuat sehingga optimalisasi potensi zakat maksimal.
Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional (Puskas BAZNAS) bersama Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia (UI) menggelar Seminar Nasional Zakat 2016 bertajuk “Refleksi Pengelolaan Zakat Nasional”, di Pusat Studi Jepang UI, Depok, Kamis (8/12).
Dalam sambutannya, Direktur Puskas Baznas Irvan Syauqi Beik mengatakan, penyelenggaraan seminar ini merupakan salah satu bentuk penyampaian informasi terkait pengelolalaan zakat nasional.”Kami berharap Puskas BAZNAS ini bisa menjadi tren baru bagi pengelolaan zakat. Meskipun trennya masih ada kesenjangan,” ujar Irfan.
Irfan pun menyampaikan sejumlah progres pengelolaan zakat nasional tahun 2016. Yakni, dari sisi penghimpunan dana nasional hingga Agustus 2016, total dana ZIS yang terkumpul mencapai angka Rp 3,65 triliun. Perhimpunan zakat mendominasi, yaitu 63,29 persen dari total dana terhimpun, sementara sisanya adalah dana infak dan dana sosial keagamaan lainnya.
“Jumlah pembayar zakat (muzakki) perseorangan mencapai angka 79,95 persen dari total keseluruhan muzakki nasional. Sisanya, 20,05 persen berasal dari muzakki perusahaan,” ujarnya.
Sementara dari sisi penyaluran, lanjut dia, kelompok fakir miskin adalah ashnaf penerima zakat yang paling besar, yaitu menapai 74,36 persen diikuti oleh ashnaf fi sabilillah sebesar 22,4 persen. Untuk jenis program penyaluran zakat, maka program sosial menempati urutan teratas dengan proporsi 41,27 persen diikuti oleh program penyaluran bidang pendidikan 20,35 persen, ekonomi 15,01 persen, dakwah 14,87 persen, dan kesehatan 8,5 persen.
Secara umum, menurut Irfan, rasio penyaluran ZIS dibandingkan dengan total penghimpunannya rata-rata berada pada kisaran yang cukup efektif. Provinsi Riau, tercatat provinsi yang memiliki data penerimaan zakat terbesar, disusul Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jawa Barat.
“Zakat yang disalurkan di wilayah-wilayah ini memiliki jumlah penerima manfaat yang sangat besar, melebihi provinsi yang lain,” ujar Irfan.
Irfan berharap kualitas pengelolaan zakat nasional semakin baik ke depannya. Karena itu, posisi Baznas sebagai koordinator pengelolaan zakat nasional diharapkan dapat memperkuat dan ditingkatkan sehingga optimilasi potensi zakat ini dapat dimaksimalkan bagi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat.
Selain menyelenggarakan seminar, Puskas BAZNAS juga mengumumkan peluncuran Indonesia Zakat Outlook 2017 dan International Journal of Zakat Vol. 1 2016.
[bctt tweet=”Muzakki individu mengomposisi 79,95% dari seluruh Muzakki Nasional” username=”my_sharing”]
Pada seminar ini, hadir sejumlah tokoh antara lain, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, Dr. Zainulbahar Noor, Nana Mintarti, Prof. KH. Didin Hafidhuddin, Dr. M. Akhyar Adnan, Yusuf Wibisono, serta dua tamu dari Malaysia, yaitu Haji Azri Dato’ Haji Abdul Manan dan Ust. Nor Azmi Hj. Musa.

