Doa dan zikir melantun di kawasan Monas, bukti satukan tekad bela Islam.
Monas memutih.Jutaan umat Islam membanjiri lapangan Monas, hingga jalanan di sekitar Monas pun memutih penuh damai. Yakni Jalan Merdeka Selatan, Gambir dan bahkan dari pantauan MySharing pukul 06.00 WIB di perapatan Menteng dekat Hotel Sofian Betawi, ratusan jamaah berbaris rapi. Mereka akan jalan kaki menuju Monas.
Jamaah yang akan jalan kaki itu berdatangan dari berbagai daerah.Mereka menginap di Masjid Cut Mutia, dan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah. Belum lagi di Masjid Istiqlal, umat Muslim dari Banjarmasin, Tegal, Jawa Tengah dan kota lainnya bertakbir jelang Jumat pagi. Begitu di Masjid At-tin, umat Muslim Ciamis memadati.
Diperkirakan ada sekitar 7,5 juta umat Muslim warnai damai Jakarta dalam Aksi Bela Islam III. Wajah-wajah ceria bertemu saudara seiman dari berbagai daerah menjadikan semangat menyatukan tujuan yaitu doa dan shalat Jumat berjamaah. Allah SWT gerakkan hati mereka untuk menuntut tegakkan hukum berkeadilan bagi penista agama tidak tebang pilih.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
“Kami datang dari Solo 50 bus. Sebagian menginap di PP Muhammadiyah. Hati kami terusik bela Islam harga mati tak bisa dihalang,” ujar Abdul Kodir, salah satu anggota Forum Silaturahmi Antar Masjid Sudiharjo, Jawa Tengah.
Meskipun cuaca di Jumat pagi sekitar pukul 06.30 WIB gerimis hujan datang berpayung awan tebal. Tapi tak lama awan tebal itu pergi dengan hembusan angin. Peserta aksi super damai terus berdatangan dengan tekad yang sama.
Unik, memberi dan memberi, terima kasih dan terima kasih.Itulah pemandangan yang terlihat MySharing di sepanjang Jakarta Pusat. Deretan makanan dan minuman terpajang menyambut para tamu Allah SWT.
Ratusan umat Muslim yang berjalan kaki dari Menteng bergabung dengan jamaah lainnya di Jalan Mereka Selatan, hingga Muslim kaum Adam ini memasuki area Monas, tepatnya pintu masuk dekat Patung Kuda.
Di gerbang itu, polisi dan tertara mempersilahkan umat Muslim masuk ke Monas. Meskipun senjata di tangan, para aparat itu tetap menebar senyum kepada peserta aksi super damai yang masuk lapangan Monas dengan tertib. Begitu pula di gerbang Gambir, jamaah muslimah pun disambut ramah aparat.
Laskar FPI dan laskar ormas Islam lainnya bersatu padu dengan aparat menjaga keamanan Aksi Bela Islam III. Bahkan Jawara Betawi dengan busana khasnya, siaga jaga aksi super damai. “Waspada provokasi.Saling jaga hati, tujuan kita bela Islam jangan terprovokasi,” teriak salah seorang anggota Jawara Betawi.
Meskipun putaran jam masih pukul 08.30 WIB, Monas sudah dipadati umat Muslim dengan busana putih. Terlihat tenang dan damai, mereka duduk di atas sejadah dengan shaf rapi. Ada yang khyusuk shalat dhuza dan mengaji. Puluhan orangnya terlihat berwudhu bergantian untuk bersiap menyerahkan diri dengan lantunan doa dan zikir.
“Shalat Jumat memang masih lama, tapi lebih bagus wudhu lebih awal karena nanti antri jamaah pasti makin bertambah,” ujar Ardy.
Menurut Ardy, dirinya datang dari Lampung bersama kuarganya untuk dukung Aksi Bela Islam III menuntut hukum berkeadilan bagi penista agama.
Begitu pula dengan Wine, warga Padang mengaku terusik hatinya untuk ikut aksi super damai dengan doa dan zikir serta baca Al-Quran. “Kita ngumpul di sini satukan tekad bela akidah bukan untuk makar, tapi damai nuntut penegakkan hukum yang adil,” ujarnya.

