Hidup ini beragam, dan setiap usaha untuk menghapus keragaman pasti gagal!
Kepala Pusat Studi Al-Quran, Muhammad Quraish Shihab dalam tausyiahnya bertajuk “Keragaman” mengatakan, bahwa sebenarnya hidup ini beragam, dan siapa yang akan menyatukan sesuatu hingga tidak beragam pasti gagal.
Mantan menteri agama ini mencontohkan, yang sering terjadi kegagalan itu cinta. Cinta itu menurutnya, adalah dialog antara dua anak, di mana masing-masing harus menghormati identitas yang dia cintai. ”Kalau dia paksa kekasihnya, pasti gagal. Hidup ini beragam,” ujar Quraish dalam tausyiahnya saat buka bersama PT Prundetial Indonesia di The Hermitage Hotel, Jakarta, Selasa malam ( 6/6).
Dikatakan dia, siang saja beragam, ada pagi matahari naik sepegal lahan, ada siang bolong, ada senda dan ada sore. Gunung pun demikian beragam. Ada gunung yang hitam pekat dan gunung yang memiliki garis-garis merah. Kandungannya pun ada tembaga, besi, dan lain sebagainya.
Yang lebih beragam lagi nampak binatang, tumbuh-tumbuhan, dan pasti manusia juga beragam. ”Kalau Anda akan memaksakan seorang wanita jadi pria, akan janggal dan tidak akan berhasil,” ujarnya.
Pikiran manusia juga beragam. Dijelaskan Quraish, pikiran manusia itu pendapatnya dipengaruhi oleh banyak hal seperti tempat tinggal, budaya, pendidikan, perkembangan ilmu dan teknologi sehingga harus beragam.
”Kita tidak ingin terlambat lahir. Terlambat lahir adalah mempunyai pendapat-pendapat lama yang sudah tidak laku sekarang. Jadi kita beragama, agama pun beragama,” ungkap Quraish.
Dijelaskannya lagi, bukan saja pengertian tentang agama beragam, tetapi ajarannya pun beragam. Nah, menurut Quraish, sinilah kita harus mencari titik temu supaya tidak tabrakan.
Manusia itu mahluk sosial. Lautan lebih luas dari daratan, kebutuhan manusia juga jauh lebih banyak dari kemampuannya menciptakan kebutuhannya. Dalam hidup beragama ini, kita butuh keamanan pangan dan sebagainya. Kalau semua jadi dokter siapa yang jadi petani, begitu pula kalau semua jadi polisi siapa yang menjadi guru.
”Hidup ini beragam. Setiap usaha untuk menghapus keragaman pasti gagal. Mau jadikan semua orang beragamakan Islam, tidak mungkin, nggak mungkin. Tuhan pun tidak mau,” ungkap Quraish.
Itu ada dalam kita suci Al-Quran, di katakan seandainya Tuhan mau, kamu semua dijadikan satu agama saja. ”Tuhan kuasa nggak? Kuasa. Tapi Tuhan tidak mau. Karena Tuhan telah menganugrahi mahluk manusia yang sangat dihormatinya ini kebebasan untuk berpikir, memilih, dan menjalankan,” ujarnya.
Kalau Tuhan mau, tambah Quraish, manusia dijadikan matahari. Dia (Matahari) tidak punya pilihan. dia terbit hari ini, jam sekian, detik dan menit sekian. Besoknya terbit dengan waktu dan jam yang sama, saat terbenam pun demikian waktu telah ditentukan.
”Matahari tidak punya pilihan. Manusia mahluk terhormat. Dia diberi oleh Tuhan kemampuan untuk memilah dan memilih. Jadi jangan paksa orang lain untuk memilih,” pungkas Quraish.

