Ramadhan adalah momentum penting para pemimpin untuk menepati janji politik menyejahterakan rakyat dan memajukan negara.

Ketua Komisi Dewan Dakwah MUI, KH. Cholil Nafis menuturkan, Ramadhan adalah bulan yang tepat bagi para pemimpin untuk intropeksi diri, mengingat kembali janji-janji kampanye dan berusaha melunasi.
“Ramadhan harus menjadi muhasaba untuk mengingat bahwa janji merupakan bagian daripada utang. Para pemimpin dengan janji kampanye wajib ditepati,” kata Cholil kepada MySharing, di kantor MUI Pusat Jakarta, Selasa (23/6).
Ia menegaskan, para ulama MUI se-Indonesia sepakat bahwa janji kampanye. Kesepakatan itu didapat pada Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke 5 di Tegal pada awal Juni lalu. “Janji merupakan hal penting dalam Islam. Bahkan rukun Islam yang pertama kali diucapkan seorang Muslim adalah janji berupa syahadat,” katanya.
Para ulama, lanjut Cholil, sepakat membagi janji pemimpin dalam dua kategori yaitu tidak bisa melaksanakan janji dan tidak mau melaksanakan janji. Menurutnya, pemimpin yang tidak mau melaksanakan janji bisa berdosa. Sedangkan pemimpin yang tidak bisa melaksanakan janji, maka wajib berupaya menepati janjinya.
Ketua Panitia Pelaksana Forum Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke 5, Zainut Tauhid berharap masyarakat berperan mensosialisasikan fatwa haram mengingkari janji kampanye. Zainut berharap ormas Islam, da’I, masyarakat, dan perguruan tinggi ikut mensosialisasikan hasil Ijtima Ulama.
Zainut juga berharap Ramadhan menjadi momentum para pemimpin untuk melunasi janji kampanyenya. “Ramadhan momentum para pemimpin merealisasikan janji politik untuk menyejahterakan rakyatnya dan memajukan negara,” tegasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa fatwa MUI bagi pemimpin ingkar janji itu tidak bertujuan untuk mendorong masyarakat membangkang kepada pemerintah. Menurutnya,fatwa ini dimaksudkan agar masyarakat kritis mengawal kebijakan pemerintah yang mereka pilih. “Kritik masyarakat penting karena merupakan upaya amar makruf nabi munkar,” kata Zainut yang juga menjabat Wakil Sekretaris Jenderal MUI.

