Ustadzah Nurdiati Akmal dan Anies Baswedan (tengah) pada Deklarasi dari Ustadzah Bela Negeri Mendukung Anies-Sandi di gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Kamis (9/3). Foto: MySharing.

Ratusan Ustadzah Deklarasi Bela Negeri Dukung Anies-Sandi

[sc name="adsensepostbottom"]

Jakarta butuh gubernur yang bisa kembalikan hak rakyat yang dirampas.

Sekitar 300 ratus ustadzah yang tergabung dalam Badan Koordinasi Majelis Taklim Dewan Masjid Indonesia (BKMM DMI) menyatakan dukungan kepada pasangan calon gubernur dan cawagub DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, untuk menang di Pimilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta di putaran kedua, pada 19 April 2017 mendatang.

Ketua Umum BKMM DMI Ustadzah Nurdiati Akma mengatakan, pihaknya mendukung Anies-Sandi, karena keduanya dinilai dapat menjadi tauladan bagi seluruh masyarakat. Dukungan diberikan dengan alasan bahwa Jakarta butuh gubernur yang santun, cerdas, dan berintegritas.

Untuk kriteria itu, ratusan ustadzah ini melihat sosok yang tepat memimpin Jakarta adalah Anies Baswedan-Sandiaga Uno. “Kami mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang mewakili kapasitas cagub dan cawagub muslim untuk Jakarta,” kata Nurdiati saat membacakan poin-poin Deklarasi dari Ustadzah Bela Negeri di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Kamis (9/3).

BKMM DMI, lanjut Nurdiyati berharap agar kedua calon yang diusung Partai Gerindra dan PKS ini dapat meraih kemenangan, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi seluruh warga Jakarta.Karena Islam mengajarkan keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan dalam wujud : “Baldatun Thoyyibatun Warobbun Gofur”.

BKMM DMI menilai Anies-Sandi mampu menjadi pemimpin yang mengayomi dan senantiasa berpihak pada kepentingan rakyat.”Kembalikan hak yang dirampas. Dirikan masjid yang dihancurkan. Tumbuhkan keakraban antara si miskin dan si kaya yang akan selalu saling membutuhkan,” tegas Nurdiati.

Lahirnya deklarasi ini, lanjut Nurdiati, karena melihat kondisi umat Islam yang mayoritas jumlahnya di kota Jakarta, dibandingkan dengan penduduk yang beragama di luar Islam. Namun, hasil perolehan suara umat Islam pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran I hanya berjumlah lebih kurang 65 persen.

“Ini artinya masih ada umat Islam yang menyerahkan suaranya ke calon gubernur non Muslim. Keperihatin ini yang menggerakkan para ustadzah Jakarta yang bergabung di BKMM DMI mendeklarasikan bela negeri dukung Anies-Sandi,” pungkasnya.