berita ekonomi syariah

Realisasi APBN Meningkat

[sc name="adsensepostbottom"]

Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode 1 Januari sampai dengan 30 April 2014 mengalami peningkatan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut terlihat dari peningkatan realisasi pendapatan dan hibah, penurunan defisit anggaran, serta peningkatan persentase realisasi pembiayaan.

Kementerian Keuangan merilis realisasi pendapatan dan hibah sampai dengan 30 April 2014 adalah sebesar Rp413,11 triliun atau 24,8% dari pagu APBN. Pada periode yang sama di tahun 2013, realisasi mencapai 23,5% dari pagu APBN 2013. Peningkatan ini disebabkan persentase realisasi penerimaan perpajakan lebih tinggi 1,2% dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lebih tinggi 2,2% dari persentase realisasi tahun lalu.

Sementara itu, realisasi belanja adalah sebesar Rp432,68 triliun atau 23,5% dari pagu APBN. Pada periode yang sama tahun 2013, realisasi sudah mencapai 23,7% dari pagu APBN 2013. Hal ini disebabkan persentase realisasi transfer ke daerah pada tahun ini lebih rendah 4,9%. Di sisi lain, belanja pemerintah pusat tahun 2014 lebih tinggi 1,8% dari persentase realisasi tahun lalu.

Pada periode ini, terdapat defisit sebesar Rp19,57 triliun sedangkan pada periode yang sama tahun lalu, defisit mencapai Rp38,99 triliun. Penurunan defisit ini disebabkan adanya peningkatan dari sisi pendapatan dan hibah sebesar 1,3%, dan belanja yang berkurang sebesar 0,2% dari persentase realisasi tahun lalu.

Di samping itu, realisasi pembiayaan mencapai Rp120,23 triliun atau 68,6% dari pagu APBN. Pada periode yang sama tahun 2013, realisasi baru mencapai 49,1% dari pagu APBN 2013. Hal ini disebabkan karena tahun ini, kebijakan pembiayaan pemerintah bersifat front loading, di mana pembiayaan yang bersumber dari penerbitan Surat Berharga Negara dilakukan pada awal tahun anggaran.