Investor asal Tiongkok yang berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia memang lebih banyak diantara investor negara lainnya. Namun, realisasi investasinya ternyata masih sangat rendah.

Namun, pada kenyataannya realisasi investasinya masih sangat rendah. Franky mengutarakan pada periode 2010-2014 nilai investasi yang terealisasi di Indonesia tercatat sebesar Rp 1.663 triliun. “Namun, untuk realisasi investasi investor Tiongkok pada periode 2005-2014 rasionya masih di bawah 10 persen,” ungkap Franky dalam konferensi pers di Kompleks Kementerian Keuangan, Kamis petang (23/7). Baca: Ini Strategi Untuk Menyalip Raksasa Asia!
Untuk meningkatkan rasio realisasi investasi investor asal Tiongkok, lanjut Franky, pihaknya pun bekerjasama dengan Bank of China untuk mengonfirmasi beberapa investor yang masuk dan dipertemukan dengan produsen yang kredibel diantaranya adalah produsen kapal. “Jadi kami juga selektif, secara proaktif menemui mereka. Ada investor yang kami juga bantu untuk mendapat rekanan atau melakukan riset, contohnya ada industri ban asal Cina yang kami bantu mendapat lahan untuk membangun pabrik,” tutur Franky.
Ia memaparkan dalam 1,5 bulan terakhir pihaknya turut mengkawal sekitar 100 proyek investasi di Indonesia. Sektor tujuan investasinya pun beragam. Misalnya, investasi produk frozen food udang dan ikan yang bekerjasama dengan para petambak. Nilai ekspornya bisa mencapai 230 juta dolar per tahun dengan tujuan ke Eropa. Baca: Indonesia Bidik Pasar Ekspor Afrika via Mesir
Selain itu, ada industri bahan kimia etilan senilai 744 juta dolar dan industri substitusi impor yang menghasilkan rayon (bahan baku untuk benang) dengan nilai penghematan impor sebesar 69 juta dolar. Rencananya industri rayon tersebut akan terealisasi pada triwulan ketiga 2016. Dengan adanya proses investasi yang sedang berjalan, Franky memperkirakan nantinya investasi tersebut berpotensi menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 43 ribu orang dan tenaga kerja tidak langsung hingga 160 ribu orang. Pada periode 2015-2019 pemerintah memiliki target investasi sebesar Rp 3.518 triliun.

