Restrukturisasi Utang, Kemenkop akan Mediasi UKM Korban Gempa Aceh

[sc name="adsensepostbottom"]

Ada kesepakatan antara bank dan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) bayar bunga dulu, nanti pokoknya menyusul.

Sektretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop & UKM) Agus Muharram mengatakan, pihaknya siap memediasi pelaku UKM yang menjadi korban bencana gempa bumi di Aceh dengan pihak perbankan. Mediasi untuk upayakan resktruktirisasi utang pelaku UKM.

“Pemerintah berkepentingan mempertemukan antara bank, pemda dan ketua-ketua kelompok UKM. Nanti mereka didatangi oleh bank untuk dikonseling. Misalnya, usahanya sudah berhenti itu kan kreditnya masih ada di bank. Ini kan harus dibayar,” ujar Agus di Jakarta, Rabu (14/12).

Menurut Agus, resktrukturisasi ini, misalnya dengan cara menunda jadwal pembayaran kredit. Keputusan resktuktrurisasi utang UKM tersebut akan segera dilakukan. Kemenkop dan UKM berharap bank sebagai kreditur dapat menyesuaikan dengan kemampuan debitur korban bencana dalam membayar tunggakan.

“Ini biasa yang kami lakukan, sama seperti kebakaran pasar di Bali. Nanti, mereka ada kesepakatan bayar bunga dulu saja, yang  pokoknya  menyusul, karena sekarang masih tanggap darurat, pemukiman kembali juga belum,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, Agus menyampaikan, bahwa dua deputi Kemenkop dan UKM yaitu Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Yuana Sutyowati dan Deputi Bidang Pembiayaan Brama Setyo  akan berkunjung ke Aceh. Adapun Yuana, dijadwalkan Kamis ini (15/12) ke Aceh, sedangkan Brama direncanakan dalam waktu dekat.

Setibanya di Aceh, Yuana akan langsung meninjau Koperasi dan UKM yang terkena dampak bencana. Setelah itu, langkah mediasi akan dilakukan bersama Dinaskop Provinsi maupun Kabupaten, kepala-kepala cabang bank pelaksanaan KUR dan para ketua kelompok UKM.

Sementara, Kadiskop UKM Provinsi Aceh, Mulyadi mengaku pihaknya sedang melakukan pendataan jumlah KUKM yang terkena dampak gempa bumi, akan tetapi untuk sementara sebanyak 9 koperasi dan 965 UKM. Data tersebut berasal dari tiga kabupaten yakni, Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen.

“Kita terus mengidentifikasi KUKM yang terkena dampak kerjasama dengan dinas di daerah dan kecamatan untuk terus himpun data tersebut. Kita harapkan dalam minggu ini sudah ada data riil menyangkut jumlah data yang KUKM yang terkena dampak,” ujar Mulyadi.

Menurut Mulyadi,  lokasi terparah yang terkena dampak gempa bumi ada di Kabupaten Pidie Jaya. Karena itu, dia telah mengutus tim terlebih dahulu ke sana untuk upaya penanganan. Dengan bantuan pemerintah diharapkan para korban terutama pelaku KUKM dapat kembali menjalankan usahanya.

“Setelah kita dapatkan data konkrit kita akan upayakan kembali apakah kita akan memberikan bantuan misalnya kita akan berusaha memfasilitasi peralatan, bagi yang menyangkut modal kita akan memberi akses untuk dapatkan modal dari pihak bank maupun non bank,” jelasnya.