Selama ini, seni tari menurut anggapan sebagian besar masyarakat kita adalah salah satu kesenian yang sulit dipelajari.

Menjelang dilangsungkannya perhelatan “Indonesia Menari 2014” di gedung Grand Indonesia Shopping Town pada 23 November 2014 mendatang, Galeri Indonesia Kaya bersama penari kelas internasional – Eko Supriyanto dan Hedi Yunus kembali berkolaborasi dalam satu panggung yang akan menunjukkan kemampuan menari mereka di depan para penikmat seni dalam Road to Indonesia Menari, hari ini, di Auditorium Galeri Indonesia Kaya.
Eko Supriyanto dan Heni Yunus membagi ilmu dalam sesi coaching clinic kepada para penikmat seni agar mampu mempelajari sebuah tarian dengan mudah dan cepat. Hal ini diadakan untuk mengubah anggapan masyarakat tentang bagaimana seni tari adalah salah satu kesenian yang sulit dipelajari, mengembangkan kreatifitas dalam berkesenian, dan juga mendekatkan kembali budaya dan gaya hidup kesenian tradisional Indonesia.
Coaching clinic dilakukan secara interaktif dimana peserta dapat mengikuti gerakan-gerakan Eko Supriyanto dan Hedi Yunus yang dikemas sedemikian rupa. Peserta juga bebas bertanya dan belajar menari. Suasana yang akrab membuat seni tari yang terkesan sulit, menjadi menyenangkan. Pada sesi coaching clinic ini, para penikmat seni juga diberikan tips menari dan mempelajari sedikit koreografi Indonesia Menari 2014.
Dalam coaching clinic yang berlangsung selama sekitar 60 menit ini, Hedi Yunus dan Eko Supriyanto mengajak sekitar 9 orang peserta untuk belajar tari secara otodidak di atas panggung. Eko Supriyanto mengarahkan para peserta untuk mengeksplorasi kreativitas mereka dan bersama Hedi Yunus, mereka membangun suasana menjadi lebih akrab dan membuat seni tari yang terkesan sulit menjadi menyenangkan.
“Dengan dilakukannya coaching clinic ini kami ingin agar generasi muda bisa dekat dengan tarian tradisional Indonesia dan belajar seni tari dengan cara yang menyenangkan. Anggapan bahwa menari itu sulit dapat diruntuhkan dan justru dinikmati,” ujar Hedi Yunus.
“Menari itu sebenarnya tidak mudah namun juga tidak sulit untuk dipelajari. Saya yakin setiap orang pasti bisa menari asalkan mereka mau mencoba dan mempelajarinya. Dedikasi Galeri Indonesia Kaya untuk mendekatkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat terutama generasi muda dengan menggelar Indonesia Menari yang bertujuan untuk mengajak setiap orang lintas generasi agar dapat mempelajari tarian tradisional Indonesia dan mengekspresikannya dengan cara yang menyenangkan merupakan ide yang luar biasa dan unik,” ujar Eko Supriyanto
Sementara itu, dari pihak Bakti Budaya Djarum Foundation – Renitasari Adrian, Program Director dari Foundation ini mengatakan, “Seni tari sebagai salah satu budaya tradisional Indonesia sering dianggap sebagai kesenian yang sulit dipelajari. Untuk mengubah anggapan tersebut dan mendekatkan kembali budaya tradisional dan kesenian Indonesia, Galeri Indonesia Kaya menggelar Indonesia Menari yang sudah menjadi acara tahunan yang digelar indoor di Grand Indonesia Shopping Town. Menyambut acara tersebut, kami menggandeng Hedi Yunus dan Eko Supriyanto untuk coaching clinic Road To Indonesia Menari untuk mengenalkan tarian ini agar semua masyarakat bisa berpartisipasi dalam acara ini.”
Eko Supriyanto dan Hedi Yunus sendiri adalah senior-senior dalam dunia seni. Eko Supriyanto, pendiri Solo Dance Studio yang telah berkecimpung di dunia tari dan dikenal di dalam maupun luar negeri. Mulai terkenal sejak menjadi penari untuk Madonna di tur Amerika dan Eropanya, Eko Supriyanto telah menciptakan banyak karya. Ia adalah konsultan tari Lion King yang diproduksi Disney dan dipentaskan di Hollywood, serta penari dan koreografer untuk Petter Sellars and John Adam’s Opera ‘Flowering Tree’.
Hedi Yunus, telah malang melintang di dunia seni Indonesia sejak lama. Vokalis Kahitna ini pernah membawa seni tari Indonesia melalui tarian dari tanah Sunda ke dunia International. juga merupakan pembawa acara ternama di Indonesia yang telah mendapatkan penghargaan Panasonic Award sebagai Pembawa Acara Musik Pria Terfavorit.

