Ronald Lukens Bull, peneliti asal Amerika Serikat mengaku mengenal Front Pembela Islam (FPI) dari pemberitaan media massa Indonesia.

Dalam diskusi bertajuk ”Nilai Laskar-Laskar Ormas Islam,” di kantor MUI Pusat Jakarta, pada pekan lalu, Ronald menyampaikan permintaan maafnya karena belum melakukan penelitian sama sekali terhadap FPI. Pada kesempatan itu pula, ia mengutarakan keinginannya untuk meneliti tentang FPI.
Ronald mengaku hanya mengetahui FPI dari media-media Indonesia saja yang kebanyakan bernada negatif.”Pers Indonesia hanya menyudutkan FPI dengan berita-beritanya. Saya ingin meneliti lebih dalam, dan mohon izin untuk mewawancarai ustad Shobri,” kata Ronald.
Menurut Ronald, pers Amerika juga belum terlalu banyak menyoroti tentang FPI, sebab sekarang mereka lebih dominan memberitakan seputar ISIS dan Al Qaeda.
Adapun sorotan Ronald tehadap FPI yang dibacanya dari media massa di Indonesia terutama terkait kedatangan Irsyad Manji, Lady Gaga dan soal sepak terjang Ahok sang pemimpin DKI Jakarta.
Ia pun menceritakan apa yang dia baca dari media, bahwa FPI sangat menentang kedatangan Lady Gaga lantaran gaya kontrovesinya yang tidak selaras dengan prinsip syariah. Yang diyakini akan berdampak negatif kepada perilaku generasi muda Indonesia. “Saya sebagai orang Amerika mendukung kebebasan bereskpresi. Tapi sebagai seorang ayah, saya sangat melarang anak saya menonton konser Lady Gaga yang sangat tidak baik,” ujarnya dengan logat bahasa Indonesia yang fasih.
Pada kesempatan ini, Ronald juga bercerita pengalamannya berdialog dengan masyarakat Indonesia terkait FPI. Kata Ronald, menurut mereka FPI memang keterlaluan, tetapi kalau tidak ada FPI, siapa lagi yang akan memberantas pelacuran, polisi tidak mampu.
Namun demikian, Ronald pun merasa heran kenapa harus FPI memberantas pelacuran dan kegiatan lain yang menganggu kemaslahatan umat. Karena menurutnya, tindakan tersebut seharusnya adalah tanggungjawab polisi sebagai penegak hukum negara. “Kita harus mendorong polisi agar tidak tidur dalam menjaga keamanan dan kenyamanan umat. Itu tugas mereka, bukan laskar Islam,” tegas Ronald sangat mengebu-ngebu.

