Untuk membendung fenomena pergaulan bebas, Relawan Rumah Zakat menggelar nonton bareng (nobar) dan bedah film Hanya Kerudung Sampah di Aula Rabbani, pekan lalu.

Koordinator Relawan Rumah Zakat Jakarta Timur Purnomo mengatakan, sebanyak 150 pelajar mengikuti nobar Hanya Kerudung Sampah. Kegiatan yang menyasar audiens siswa SMA dan mahasiswa ini bertujuan untuk membentuk gen cerdas di kalangan para pelajar muslim
“Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempertebal keimanan kepada sang Khalik serta mengajak sesama muslim untuk lebih memaknai nilai-nilai islam sehingga menjadi manusia yang lebih baik untuk kedepannya dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama bukan menjadi manusia sampah”, tuturnya, dalam siaran pers yang diterima MySharing, Kamis (17/3).
Film besutan Humar Hadi ini mengisahkan perjalanan hijrah tiga sahabat yang merindukan Tuhannya. Dibintangi R.N. Azizah M. sebagai Salma seorang mahasiswi muslimah yang memegang teguh ideologinya, Bismo Satrio sebagai Pingkan seorang waria yang menjadi penjaja seks komersial demi membiayai kehidupan keluarga di kampungnya, Abie Jie Assegaff sebagai Rio seorang mantan pecandu narkoba, dan Mikoya Noferdi sebagai Bayu seorang pecinta sesama jenis.
Melalui film ini, masyarakat diajak untuk lebih memaknai simbol-simbol agama yang digunakan sesuai dengan esensinya khususnya bagi para wanita untuk lebih menghargai dan memaknai jilbab yang dikenakannya sesuai dengan cerminan nilai-nilai islami yang terkandung di dalamnya. Turut hadir dalam acara ini Nurleni Hidayanti selaku Founder Hijrah Community, Suwandi Basyir selaku Produser Film Hanya Kerudung Sampah dari Beda Sinema Pictures, dan Ade Zuniarsah selaku CEO Markaz Inspirasi.

