Kita ini mayoritas, kalau semua duit kita, kita tarik bisa kolep ini negara.
Jelang Aksi Bela Islam III, pada 2 Desember 2016 mendatang, isu tarik uang di bank (rush money) semakin kencang. Aksi ini merupakan lanjutan dari demo 4 November 2016 yang menuntut agar Gubenur DKi Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditetapkan menjadi tersangka kasus penistaan agama. Kini, Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun masih terlihat banyak upaya sang penguasa menghadang Ahok menjadi terdakwa untuk kemudian dipidanakan.
Aksi Bela Islam III akan digelar dengan tujuan yang sama yaitu meminta keadilan penegak hukum tidak tebang pilih terhadap penista agama. Aksi ini bermisi super damai dengan menggelar sajanah shalat jumat bersama di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Thamrin.
Aksi ditakutkan makar.Itu yang disuarakan pemerintah hingga Kapolri pun menyebarkan surat himbauan lewat udara agar masyarakat tak demo pada 2 Desember mendatang.Namun sebenarnya, isu rush money lebih ditakutkan.Karena jika benar terjadi aksi tarik uang secara besar-besaran diyakini mampu menggoyahkan perekonomian Indonesia.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Terkait isu rush money ini, Ustaz Valentino Disni berpendapat, rust money tidak akan terjadi. Tapi kalau aksi tarik uang ini sampai terjadi, ia meyakini perekonomian Indonesia akan terguncang.”Tapi bagus ternyata umat punya kekuatan, berarti harus ditakuti. Aksi 411 dan rush money ditakutkan,” ujar Valentino saat ditemui MySharing di acara diskusi “Menjadi Muslim Visioner” di Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia (BI), Jakarta, Minggu (20/11).
Valentino menghimbau pemerintah jangan main-main dengan umat Muslim. “Kita ini mayoritas, kalau semua duit kita, kita tarik bisa kolep ini negara,” tegasnya.
Kembali Valentino mengingatkan agar pemerintah menghargai dan menghormati umat Muslim Indonesia. Jangan disepelekan, dikebelakangkan jangan tidak dianggap. “Kalau sudah jadi marah, yang rugi pemerintah sendiri. Makanya wajiblah teman-teman non pribumi ini keturunan China dukung juga umat Islam ini. Jangan gara-gara Ahok, jadi korban semuanya,” pungkasnya.

