Pelepasan tim Dompet Dhuafa ke Gaza, Palestina. (Foto Dok Dompet Dhuafa)

SavePalestine, Dompet Dhuafa Koordinasi dengan Lembaga Internasional

[sc name="adsensepostbottom"]

Dompet Dhuafa terus melakukan koordinasi dengan beberapa lembaga internasional terkait bantuan untuk warga Palestina. Untuk tahap awal, Dompet Dhuafa sendiri mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp 300 juta untuk kebutuhan makanan warga Palestina.

Pelepasan tim Dompet Dhuafa ke Gaza, Palestina. (Foto Dok Dompet Dhuafa)
Pelepasan tim Dompet Dhuafa ke Gaza, Palestina. (Foto Dok Dompet Dhuafa)

Beberapa lembaga internasional yang digandeng oleh Dompet Dhuafa diantaranya adalah South East Asia Humanitarian (SEAHUM) Committee dan Palestine Welfare House. Sementara untuk bantuan akan disalurkan melalui relawan yang berada di Palestina, Jommah Al Najjar. Lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa pun menyerukan masyarakat Indonesia peduli terhadap warga Palestina. Hal ini menyusul kondisi Palestina yang luluh lantah setelah digempur secara membabi buta milter zionis Israel sejak awal Ramadhan lalu.

“Untuk itu, kami mengetuk hati semua masyarakat untuk peduli dan turut berpartisipasi membantu meringankan penderitaan warga Palestina, bantuan bisa disalurkan berupa donasi melalui Dompet Dhuafa dan selanjutnya dana yang terkumpul akan kami salurkan kepada warga Palestina,” kata Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, dalam siaran pers yang diterima mysharing.co, Jumat (11/7). Selain itu, Dompet Dhuafa juga telah melepas relawannya pada Kamis, 10 Juli 2014 untuk diberangkatkan ke Gaza.

Ahmad pun menyeru lembaga-lembaga internasional agar membantu warga Palestina dan juga bertindak untuk menghentikan kekejaman zionis Israel. Pasalnya, pembantaian dan penindasan di Palestina merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak bisa ditolerir oleh hukum internasional. . “Sungguh memilukan nasib masyarakat Palestina. Kita, semua masyarakat yang memiliki hati nurani harus membantu masyarakat Palestina,” ungkap Ahmad.

Menurut laporan Abdillah Onim, relawan Indonesia yang menetap di Gaza, Palestina, hingga Senin (7/7) lalu Israel telah meluncurkan lebih dari 300 roket ke Gaza. Imbasnya, warga sipil umumnya anak-anak, wanita, serta lansia yang tak berdosa menjadi korban kekejaman Israel. Kondisi di Palestina, imbuh Onim, kian mengkhawatirkan. Pasalnya, perbatasan antara Gaza dan Mesir masih tertutup. “Dengan demikian segala bantuan tidak satu pun yang masuk Gaza, terutama bantuan bahan makanan, bahkan warga Gaza yang masuk Gaza dan sebaliknya pun belum diperbolehkan,” katanya melalui surat elektronik yang diterima Dompet Dhuafa.

Sejak 2010 Dompet Dhuafa telah mendirikan program kemandirian pangan yang disebut Gaza Food Bank Jabaliyah.  Bergulirnya program Gaza Food Bank ini telah memberikan manfaat kepada warga di jalur Gaza, Palestina. Sekitar 70 keluarga miskin, janda dan anak yatim rutin mendapat manfaat dari Gaza Food Bank. Berdasarkan laporan bulan April 2014 dari Palestinian Welfare House Association (PWH), mitra Dompet Dhuafa di Palestina, sekitar 140 ekor kelinci tersalurkan setiap dua bulan.

Gaza Food Bank yang didirikan di atas tanah seluas 250 meter persegi ini bertujuan mendukung daya tahan (resilience) warga melalui revitalisasi sektor peternakan yang rusak. Gagasan hadirnya Gaza Food Bank dilatarbelakangi terhadap kondisi lumpuhnya sendi-sendi Palestina, terutama jalur Gaza akibat serangan militer zionis Israel yang seakan tidak pernah berhenti. Akibatnya, terjadi embargo di Gaza sehingga suplai logistik pangan terhambat. Hal tersebut telah membuat kehidupan masyarakat Gaza yang berjumlah sekitar 1,5 hingga 1,7 juta jiwa menderita.