Public Investment Fund (PIF) Kementerian Keuangan Kerajaan Arab Saudi akan segera meluncurkan proyek terbesar di negeri tersebut dengan biaya tak kurang dari SR55 miliar di kota Madinah al Munawarah.

Sebagaimana dilaporkan Saudi Gazette (29/6), proyek ini terdiri dari gedung-gedung pemerintahan dan perumahan yang diharapkan mampu memberikan imbal hasil positif bagi warga Madinah. Proyek akan dilaksanakan dalam dua tahap; tahap pertama untuk menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. Itu saja memakan biaya SR12 miliar. Sedangkan tahap kedua adalah mulainya pembangunan menara-menara yang akan dimulai sebelum haji mendatang.
Proyek, diharapkan akan selesai dalam dua tahun. Dibangun di area 1,6 juta meter persegi, berada di sebelah selatan dari Masjid Nabawi. Akan terdiri dari 20 gedung pemerintahan dan 80 gedung hunian dengan jumlah lantai di atas 30. Juga akan dibagun sistem monorel, restoran dan toko-toko.
Proyek ini juga dimaksudkan untuk memudahkan jamaah umrah dan haji dari seluruh dunia. Misalnya, akan dibangun stasiun transportasi bagasi, di mana jamaah dapat menyerahkan barang-barang mereka dan menerimanya ketika mereka mencapai tujuannya di negara asal mereka. Sistem monorel juga sanggup mengangkut sekitar 84.000 jamaah ke dan dari Masjid Nabawi.
Sekitar 120.000 jamaah akan difasilitasi di lebih dari 40.000 kamar di 76 hotel dan empat bintang lima yang akan dibangun juga dalam proyek ini.
Selain itu, akan dibangun juga rumah sakit dengan 400 tempat tidur. Gedung pemerintahan yang akan dibangun adalah kantor untuk urusan haji, agen perjalanan, delegasi medis, dan sejumlah layanan khusus lainnya. Gedung pemerintahan akan menampung sekitar 31.000 karyawan dan akan memiliki masjid yang dapat menampung 15.000 jamaah.
Dari mana pendanaannya? Pemerintah membuka peluang bagi pihak swasta untuk masuk menanamkan dana hingga 15 persen dari total dana dibutuhkan proyek ini. Investasi oleh sektor swasta dalam bentuk investasi jangka panjang.

