Sekolah Pemimpin Hidayatullah Gelar Pelatihan Jurnalistik

[sc name="adsensepostbottom"]

Akhir pekan lalu Sekolah Pemimpin Hidayatullah menggelar pelatihan jurnalistik Islam bagi santrinya.

Depok_Sekolah Pemimpin Training JurnalistikSekolah Pemimpin merupakan sekolah boarding school berbasis Tahfizul Qur’an gratis bagi yatim dan dhuafa besutan Baitul Maal Hidayatullah. Pada akhir pekan lalu, pihak sekolah pun menggelar pelatihan jurnalistik Islam bertajuk “Membangun Kreatifitas Pelajar Dalam Dunia Tulis Menulis” di Pondok Pesantren Hidayatullah Depok. Melalui kegiatan ini diharapkan para santri akan bisa mewujudkan media dalam bentuk mading atau buletin sekolah.

Dalam acara tersebut, pimpinan Hidayatullah Media, Mahladi, mendorong para santri yang masih remaja untuk benar-benar mencintai kegiatan menulis. “Berperang dengan senjata pena memiliki dampak yang luar biasa terhadap perubahan.Kalau kita perang dengan senjata, satu peluru hanya bisa membunuh satu kepala. Tetapi dengan pena, kita bisa mempengaruhi jutaan otak manusia,” ungkapnya, dalam siaran pers yang diterima mysharing, Jumat (8/5). Baca: Wirausahawan Perlu Keterampilan Menulis

Ia pun menekankan akan pentingnya jurnalis Muslim mengerti tata cara dan etika dalam menulis.Islam tidak mengajarkan umatnya berkata kasar, apalagi menulis dengan tidak lembut dan tidak berdasar. “Jurnalis Muslim harus benar-benar mampu bertanggung jawab dengan isi tulisannya. Bahkan, secara etika mesti disadari bahwa etika jurnalis Muslim jauh lebih berat dibanding etika jurnalis umum. Jurnalis Muslim tidak boleh mengangkat berita bernada ghibah atau fitnah,” tegas Mahladi.

Sementara, pimpinan Majalah Mulia, Imam Nawawi menekankan pentingnya generasi muda menikmati kegiatan menulis. “Kalau ada ungkapan bahwa menulis itu sulit, bangun saja persepsi dalam diri bahwa menulis itu lezat, enak dan nikmat, sehingga ketika hendak menulis, bukan beban yang pertama muncul dalam diri kita, tetapi ketertarikan yang tinggi,” katanya. Baca Juga: Kiat Menulis Karya Ilmiah Ekonomi Syariah