Masyarakat Indonesia memperoleh semangat gemar menabung pada kwartal III 2014 sebesar 74 persen mengalahkan pola belanja di poin 41 persen.

Perusahaan global riset mengenai konsumen Indonesia, Neilsen, seperti yang dikutip pada Kamis (13/11) menyebutkan, bahwa Masyarakat Indonesia semakin gemar menabung. Ini terbuktikan hasil survei penggunaan dana cadangan untuk tabungan yang naik pada kwartal III/2014 sebesar 74 persen, naik 9 persen dari kwartal sebelumnya sebanyak 65 persen.
“Pada kwartal ketiga 2014, tujuh dari sepuluh konsumen di Indonesia atau sebanyak 74 persen mengalokasikan dana cadangan mereka untuk menabung setelah menutup pembiayaan hidup lainnya,” kata Managing Director the Neilsen (Indonesia) Agus Nurudin.
Secara global peningkatan pengalokasian dana cadangan konsumen untuk menabung hanya 1 persen dari 48 persen pada kwartal II 2014 ke 49 persen pada selanjutnya. “Konsumen Indonesia lebih mengutamakan menabung daripada belanja. Mentalintas inilah yang mempengaruhi mereka untuk cukup bijaksana,” kata Agus.
- Masjid Al-Ikhlas PIK Dibuka, Usung Islamic Classical Architecture Padukan Keindahan, Kesederhanaan dan Kekhusyukan
- CIMB Niaga Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Pelajar di 2026
- “D-8 Halal Expo Indonesia 2026”, Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Ekonomi Halal
- BSI Catat Penjualan Emas Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga
Sekalipun pola menabung meningkat, survai ini juga mencatat pola belanja masyarakat Indonesia masih mendorong hasrat untuk meningkatkan gaya hidup. Ini ditandai dengan penggunaan dana cadangan berlibur yang naik 41 persen menjadi 38 persen dari kwartal sebelumnya. Sedangkan liburan di luar rumah naik dari poin 22 persen menjadi 29 persen.
Survai ini juga mencatat, pengeluaran dana cadangan masyarakat Indonesia dalam berinvestasi di saham atau reksadana sebesar 33 persen dan membeli produk teknologi sebesar 30 persen. Sementara itu, biaya dekorasi rumah, belanja baju baru serta pembayaran kredit dan utang tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Hasil survei juga menyoroti kepercayaan diri, kekhawatiran utama dan keinginan berbelanja dengan akses internet di 60 negara di dunia. Khusus di Indonesia, Neilsen mensurvai dengan akses internet yang terdiri 63 pria dan 37 persen perempuan, usia di atas 15 tahun. Selain itu, tercatat pula bahwa konsumen Indonesia sangat terkoneksi satu sama lain. Hal ini terlihat dimana kurang dari 30 konsumen bersedia mengurangi biaya telepon mereka.

