Sinergi Astra dan Jerman untuk SDM Indonesia Berkualitas

[sc name="adsensepostbottom"]

Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI) melalui Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) menandatangani kerja sama dengan Alfons Kren Schule (AKS) pada Jumat (5/6).  AKS adalah lembaga pendidikan tinggi vokasi dikota pforzheim, Jerman, yang menyelenggarakan program persiapan sertifikasi meister.

csrastraDari siaran pers Astra Internasional yang diterima pada Senin (8/6), kerja sama dengan AKS merupakan upaya Polman Astra terus mengembangkan diri agar dapat menghasilkan sumber daya manusia terampil yang memiliki daya saing dan memenuhi kebutuhan industri terkini secara global.

Penandatangan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Hamdhani Dzulkarnaen Salim, Ketua Umum Dewan Pengurus YABI dan Direktur AKS Ulrich Jäger serta dihadiri oleh perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri, EKONID dan Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia.

Melalui kerja sama tersebut, hal ini dapat mendukung penyelenggaraan program sertifikasi Meister, yang akan dirintis oleh Polman Astra pada semester kedua tahun 2015. Sertifikasi Meister merupakan pengakuan tertinggi terhadap kompetensi vokasi di bidang keahlian tertentu oleh pemerintah Jerman (Kementerian Pendidikan, Tenaga Kerja dan Industri).

Sebagai tahap awal program ini, Polman Astra akan memulai di bidang otomotif sekaligus juga merupakan pionir penyelenggara program Meister di Indonesia. Dalam kaitan kerjasama ini, AKS akan membantu Polman Astra dalam menerapkan pelaksanaan program, pengembangan kurikulum, bahan ajar dan pelatihan bagi instruktur pada program sertifikasi Meister.

Polman Astra kini memiliki tujuh program studi atau konsentrasi diploma3 (D3), diantaranya D3 Teknik Otomotif dan setiap tahun memberikan beasiswa bagi siswa terbaik di Indonesia melalui Program Beasiswa Prestasi Astra sebesar 35% dari kapasitas. Hingga tahun keenam program beasiswa ini berjalan, 445 siswa terbaik dari 22 provinsi di Indonesia belajar di Polman Astra.

Sejak berdiri tahun 1995, Polman Astra telah meluluskan 2.505 ahli madya teknik, dengan tingkat keterserapan setiap tahun rata-rata 70% diantaranya bekerja di industri Grup Astra bahkan sebagian besar telah diserap sebelum wisuda.