tips wirausaha dari baba rafi

Sinergi Baba Rafi-Rumah Zakat Untuk Cetak Pengusaha

[sc name="adsensepostbottom"]

Sudah menjadi sebuah kewajiban bagi umat Islam untuk saling berbagi dengan sesamanya. Tak hanya dengan berzakat, namun bisa pula melalui sinergi program lainnya dengan lembaga zakat.

tips wirausaha dari baba rafiPemilik Kedai Kebab Baba Rafi, Hendy Setiono, berencana mensinergikan waralaba Baba Rafi dengan program pemberdayaan ekonomi Rumah Zakat.  Selama ini, lanjut Hendy, pihaknya telah menyisihkan sebagian keuntungan dari bisnis Baba Rafi melalui Rumah Zakat, baik berupa zakat perusahaan dan meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan binaan Rumah Zakat melalui Pekan Berbagi.

Ke depannya, ungkap Hendy, pihaknya ingin memperluas kerjasama dengan Rumah Zakat melalui konsep waralaba yang dikelola oleh binaan Rumah Zakat. Pada umumnya pembeli waralaba merupakan pemilik modal yang besar, namun melalui sinergi dengan Rumah Zakat ini bertujuan agar masyarakat miskin dapat pula mengelola bisnis waralaba. “Selama ini bisnis Baba Rafi bersifat komersil, jadi dengan rencana sinergi dengan Rumah Zakat ini bentuknya berupa pemberdayaan untuk mencetak calon pengusaha,” kata Hendy kepada mysharing. Baca: Bantu Anak Petani Jadi Pengusaha

Nantinya, lanjut Hendy, pihak Rumah Zakat yang akan menentukan mana diantara binaannya yang akan menjalankan usaha waralaba Baba Rafi. Ia menambahkan saat ini diskusi sinergi program pemberdayaan Rumah Zakat dengan Baba Rafi Enterprise sudah dalam tahap final. “Harapannya bisa difinalisasi dan kalau bisa diimplementasikan di tahun ini,” ujar Hendy. Baca: Wirausahawan Harus Jeli Lihat Peluang

Menurutnya, salah satu kunci bisnis Baba Rafi bisa berkembang pesat tak terlepas dari zakat dan sedekah. “Dalam perjalanan bisnis jika semakin banyak berbagi dan bersedekah, ia akan balik ke kita, bisnis semakin berkah, berkembang dan maju,” pungkas Hendy. Pada 2007 Baba Rafi Enterprise memiliki 200 cabang Kebab Baba Rafi. Tujuh tahun kemudian jumlah cabang meningkat pesat dengan 1.200 cabang, tidak hanya di Indonesia namun juga hingga ke Malaysia, Filipina dan Srilanka.