Sudah menjadi sebuah kewajiban bagi umat Islam untuk saling berbagi dengan sesamanya. Tak hanya dengan berzakat, namun bisa pula melalui sinergi program lainnya dengan lembaga zakat.

Ke depannya, ungkap Hendy, pihaknya ingin memperluas kerjasama dengan Rumah Zakat melalui konsep waralaba yang dikelola oleh binaan Rumah Zakat. Pada umumnya pembeli waralaba merupakan pemilik modal yang besar, namun melalui sinergi dengan Rumah Zakat ini bertujuan agar masyarakat miskin dapat pula mengelola bisnis waralaba. “Selama ini bisnis Baba Rafi bersifat komersil, jadi dengan rencana sinergi dengan Rumah Zakat ini bentuknya berupa pemberdayaan untuk mencetak calon pengusaha,” kata Hendy kepada mysharing. Baca: Bantu Anak Petani Jadi Pengusaha
Nantinya, lanjut Hendy, pihak Rumah Zakat yang akan menentukan mana diantara binaannya yang akan menjalankan usaha waralaba Baba Rafi. Ia menambahkan saat ini diskusi sinergi program pemberdayaan Rumah Zakat dengan Baba Rafi Enterprise sudah dalam tahap final. “Harapannya bisa difinalisasi dan kalau bisa diimplementasikan di tahun ini,” ujar Hendy. Baca: Wirausahawan Harus Jeli Lihat Peluang
- CIMB Niaga Syariah Perluas Akses Layanan Perbankan Syariah di Bogor, Resmikan Digital Branch
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
Menurutnya, salah satu kunci bisnis Baba Rafi bisa berkembang pesat tak terlepas dari zakat dan sedekah. “Dalam perjalanan bisnis jika semakin banyak berbagi dan bersedekah, ia akan balik ke kita, bisnis semakin berkah, berkembang dan maju,” pungkas Hendy. Pada 2007 Baba Rafi Enterprise memiliki 200 cabang Kebab Baba Rafi. Tujuh tahun kemudian jumlah cabang meningkat pesat dengan 1.200 cabang, tidak hanya di Indonesia namun juga hingga ke Malaysia, Filipina dan Srilanka.

