Pengelolaan program Tebar Hewan Kurban (THK) sedikit banyak membantu perputaran ekonomi pedesaan.
General Manager Resource Mobilization Dompet Dhuafa Urip Budiato mengatakan, pada tahun ini, Dompet Dhuafa mengambil tema “Kurbaneis Berlimpah Keberkahan,” dengan menargetkan mendistribusikan 25.000 ekor hewan kurban. Dengan target tersebut, Dompet Dhuafa siap menebar hewan kurban ke berbagai pelosok Indonesia dan berbagai negara.
“Dompet Dhuafa, paling senior untuk urusan tebar hewan kurban. Yakni, kami sudah melakukan 23 tahun. Dulu ketika orang berkurban membeli di pinggir jalan lalu ditaruh di masjid terdekat atau nitip ke keluarga di kampung. Kini, bisa melalui Dompet Dhuafa,” kata Urid pada konferensi pres Lebih Berkah Mari Berkurban di Transmart Carrefour Lebak Bulus, Jakarta, Jumat pekan lalu.
Menurutnya, THK adalah sebuah gerakan kebaikan bersama, dimana Dompet Dhuafa, PKPU, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersinergi dengan Transmart Carrefour yang memfasilitasi kemudahan pelanggan maupun bukan dalam membeli dan menyalurkan hewan kurban.
”Kami dulu promosi sendiri dengan sewa counter di mal dan perkantoran. Alhamdulillah Transmart Carrefour kini memfasilitasi kami memberikan kemudahan dan perluasan jaringan dalam melayani umat yang akan berkurban,” ungkap Urip.
Sinergi bersama ini menurutnya, memberikan nilai tambah dari perayaan hari Idul Adha sebagai sebuah momen kepedulian secara nasional. Diharapkan pekurban-pekurban yang mau menitipkan amanahnya selain ke masjid, bisa juga melalui lembaga filantropi Islam.
Dompet Dhuafa akan berupaya semaksimal mungkin bisa menjangkau pelosok terkecil dan kelompok marginal. Sehingga distribusi dari kurban bisa lebih tercapai. Karena sayang kalau kemudian kurban itu hanya berputar di komunitas itu saja, pembagian tidak merata, dan penerima pun sudah bosan makan daging. Padahal di pelosok Indonesia, banyak masyarakat yang makan daging sekali setahun pun belum tentu.
Urip menambahkan, secara makro pengelolaan program THK sedikit banyak membantu perputaran ekonomi desa. asalnya, 60-70 persen perputaran uang itu terjadi di perkotaan. Ketika, Dompet Dhuafa mengelola program THK dengan cara memberikan langsung dana ke peternak di pelosok-pelosok di Indonesia.
“Maka, kita juga sudah menyalurkan perputaran uang di perkotaan ke pedesaan. Harapannya perputaran uang pedesaan bisa meningkat, yang pada akhirnya peternak lokal memiliki kesejahteraan lebih baik,” pungkasnya.

