singapura
singapura

Singapura Melihat Prospek Cerah Industri Keuangan Islam

[sc name="adsensepostbottom"]

Prospek Singapura dalam keuangan Islam terlihat cerah, dengan dukungan lebih banyak dana yang akan membangun Negara ini untuk memanfaatkan pasar utang Islam. Top eksekutif Otoritas Moneter Singapura (MAS) menegaskan hal tersebut, seperti dikutip My Sharing dari channelnewsasia.com pada (3/6/2014).

singapura
singapura

“Singapura adalah satu-satunya negara mayoritas non-Muslim di antara 15 negara top Keuangan Islam,” ujar Managing Director MAS – Ravi Menon Managing pada pembukaan World Islamic Banking Conference Asia Summit ke-5 yang diadakan di Singapura, pekan lalu.
“Lebih banyak dana terus digelontorkan untuk membangun (Keuangan Islam) di sini, untuk memenuhi permintaan dari klien di Asia serta dari Timur Tengah, sementara beberapa perusahaan juga telah membentuk program sukuk di Singapura untuk mengangkat pasar selama beberapa tahun ke depan,” tambah Ravi.

Sukuk adalah obligasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip investasi Islam, yang melarang pengenaan atau pembayaran bunga.

Sementara itu, CEO Islamic Bank of Asia – Mr Toby O’Connor mengatakan: “Ada banyak likuiditas di pasar konvensional. Nah, bahwa produk-produk baru syariah baru akan mulai bersaing, namun itu justru adalah kesempatan besar. Ketika Anda melihat potensi pasar wealth management, ada banyak likuiditas yang masuk ke Singapura, nah sebagian (likuiditas) itu akan dilabuhkan ke keuangan Islam. Dan ketika Anda melihat sukuk, kami telah melihat sejumlah penerbitan sukuk, dan program-program sukuk terus disiapkan.”.

Direktur dan CEO OCBC Al-Amin Bank Berhad – Syed Abdull Aziz Syed Kechik menambahkan, “Sukuk telah muncul untuk menjadi instrumen kunci untuk arus modal lintas-negara, didorong oleh permintaan yang terus tumbuh untuk investasi syariah yang tidak lagi mengenal batasan Negara. Ini adalah sebuah fakta yang kuat, bagaimanapun, tetap bahwa saat ini permintaan sukuk melebihi pasokan sekitar dua kali lipat lebih.”

Keuangan Islam telah tumbuh mencapai double-digit dalam beberapa tahun terakhir, membuatnya menjadi salah satu pemain ‘bintang’ di bidang keuangan internasional. Industri ini juga telah menjadi lebih internasional, seperti yang terlihat dari penerbitan obligasi syariah negara baru-baru ini, oleh negara-negara pendatang baru, seperti; Inggris dan Hong Kong.

Menurut Ravi Menon, aset keuangan Islam global diperkirakan telah mencapai US $ 1,8 triliun pada akhir 2013, naik dari US $ 1,5 triliun pada 2012. Ini adalah sektor yang menunjukkan, pertumbuhan dua digit pada tahun lalu, dengan lebih banyak pelaku pasar yang jungkir balik untuk menekan permintaan.

“Karena semakin banyak negara yang berusaha memenuhi keuangan Islam. Dengan ruang lingkup yang lintas Negara, maka keuangan Islam meningkat. Kita mulai melihat lebih banyak penerbitan sukuk lintas negara di Asia serta di antara Negara-negara Timur Tengah dan Asia,” lanjut Menon.

Di Singapura, jumlah dana kelolaan dari keuangan Islam telah melonjak hampir empat kali lipat selama lima tahun terakhir. Sekarang ini ada 15 bank di Singapura yang terlibat dalam perbankan Islam, dua kali lipat jumlahnya dibanding lima tahun yang lalu. Negara ini juga memiliki hampir 30 penerbitan sukuk sampai saat ini, demikian Ravi Menon. *