Sinterklas umumnya dikaitkan dengan kisah Santo Nikolas. Karena lebih bersifat mitologis, Vatikan pun menganggap Sinterklas bukan orang suci.

Santo Nikolas sebagai figur yang ditunggu-tunggu hadir di dunia modern melalui puisi, “A Visit from St. Nicholas” atau yang kini lebih populer dikenal sebagai “The Night Before Christmas” karya Clement Clarke Moore’s. Sebelumnya, dalam History of New York (1809) oleh Washington Irving, nama Belanda Santo Nikolas yaitu Sinter Klaas diubah menjadi versi Amerika dengan nama “Santa Claus”.
Siapa Santo Nikolas? Alkisah di abad ketiga dan keempat Masehi, Nikolas bayi sudah menunjukkan beberapa keajaiban, antara lain mampu berpuasa, seperti yang sering dilakukan oleh hamba Tuhan pada saat itu, yaitu tiap Rabu dan Jumat. Setiap hari-hari itu, ia tidak mau minum air susu ibunya walaupun Nikolas usianya belum satu tahun.
Nikolas menjadi pastor pada usia 18 tahun di Katedral dari pamannya, karena sifat belas kasihnya yang besar untuk membela umat dan fakir miskin, akhirnya ia diangkat menjadi uskup di Myra (kini Turki Selatan).
Dari Wikipedia, saat Nikolas mengadakan perjalanan ke tanah suci, di laut kapalnya dihempas badai hingga seorang kelasi meninggal tertimpa tiang layar kapal yang patah. Nikolas berdoa agar badai berhenti, bahkan konon lewat doanya ia dapat menghidupkan kembali si kelasi yang meninggal. Sejak itulah Nikolas menjadi terkenal sebagai santo atau orang suci pelindung dari para pelaut dan semua kapal dagang.
Kepercayaan tersebut semakin besar dan semakin kuat sehingga ia dianggap sebagai wakil Tuhan untuk melindungi para pelaut Yunani dan Italia pada saat itu.
Sebagai manusia, Nikolas meninggal juga. Pada 9 Mei 1087 untuk menghormatinya, para pelaut Italia memindahkan tubuh Nikolas dari Turki ke kota Bari, Italia. Ia dikuburkan di gereja besar yang dibangun khusus untuknya dan diberi nama Katedral St Nicolaas. Tanggal 9 Mei pun dirayakan sebagai hari Santo Nikolas di Italia.
Sebelum pemindahan tersebut, ada mitologi di Italia tentang nenek sihir bernama Le Befana. Ia mendapatkan tugas dari malaikat untuk memberikan hadiah kepada Nabi Isa saat Nabi Isa dilahirkan. Kisah ini mengingatkan pada kisah tiga orang bijak kaum Majusi yang memberi pemberkatan kepada Nabi Isa ketika dlahirkan. Tetapi, Le Befana terlambat datang, bayi Nabi Isa keburu dipindah. Karenanya, malaikat menghukum Le Befana untuk memberikan hadiah kepada anak-anak yang tidak mampu dan baik setiap tahunnya sebelum kelahiran Nabi Isa.
Kepercayaan pagan ini dianut oleh banyak orang Italia, makanya demi penyebaran Kristen di sana, para pemuka Kristen Italia menggabungkan mitologi pagan Le Befana dengan kisah Santo Nikolas atau Sinter Klass. Baca juga: Asal Mitos Sinterklas yang Perlu Anda Ketahui
Sinterklas Bukan Orang Suci
Walaupun Sinterklas merupakan seorang uskup gereja Katolik, Paus tidak yakin akan kebenarannya karena pada kenyataannya lebih banyak dongeng atau khayalan terkait Sinterklas, bahkan tercampur dengan budaya pagan. Pada 1970 Vatikan menghapus dan mencoret nama Sinterklas dari daftar orang-orang suci, tetapi karena banyaknya protes yang berdatangan, akhirnya Vatikan memberikan kelonggaran dan kebebasan untuk memilih apakah Sinterklas termasuk orang suci atau bukan diserahkan kepada diri masing-masing, tetapi secara resmi Sinterklas bukan termasuk orang yang dianggap suci lagi.
Paus Paulus VI memerintahkan agar sisa mayat dari Sinterklas dipindahkan saja dari Italia ke Amerika. Dengan demikian diharapkan orang Eropa akan bisa lebih cepat melupakan Sinterklas. Tepatnya pada 5 Desember 1972 sisa dari mayat Sinterklas sudah dipindahkan ke gereja Saint Nicholas, Flushing, New York.

