Sofyan Hospitality Dukung Korsel yang Ramah Muslim

[sc name="adsensepostbottom"]

Februari lalu Sofyan Hospitality menjalin kerjasama dengan Korea Halal Inc untuk pengembangan produk halal di Korea Selatan. Langkah tersebut dilakukan pula demi menyongsong kedatangan wisatawan muslim yang kian meningkat.

Korea SelatanKomisaris Utama Sofyan Hospitality, Riyanto Sofyan, mengatakan kerjasama dengan Korea Halal Inc merupakan suatu langkah untuk membantu Korsel lebih ramah terhadap wisatawan muslim. Sofyan Hospitality berperan sebagai mitra konsultan untuk mengembangkan sistem halal di berbagai bidang jasa, seperti spa, hotel, hingga biro perjalanan di Korsel. “Ada banyak produk hotel dan restoran di Korea Selatan yang ingin sertifikasi halal,” ujar Riyanto.

Di sisi lain, lanjutnya, kerjasama dengan Korea Halal Inc juga membawa keuntungan bagi Indonesia. Tidak hanya dapat mengundang wisatawan Korsel lebih banyak, tetapi juga para investor yang ingin berinvestasi di industri perhotelan di Indonesia. “Melalui kerjasama ini, wisatawan Korea yang ingin berkunjung ke Indonesia juga bisa mendapat kemudahan informasi untuk hotel yang nyaman dan aman,” kata Riyanto. Baca: Sofyan Hotel dan Korea Halal Inc Garap Pasar Makanan Halal Indonesia

Riyanto mengungkapkan kerjasama dengan Korea Halal Inc akan dilakukan secara berkelanjutan dan mengikuti perkembangan yang ada. Pihaknya akan memberikan pula pelatihan kepada sumber daya manusia Korsel mengenai standar hospitality halal. “Selain itu, kami juga akan mengirim orang ke Korea Selatan untuk bisa berkiprah di dunia halal Korea,” imbuh Riyanto.

Menurutnya, bersamaan dengan Jepang, wisata Korsel kini mencoba lebih ramah dengan wisatawan muslim. “Restoran halal semakin mudah ditemui di Korea, tidak hanya berada di sekitar masjid besar saja. Sementara, di Nami Island juga sudah ada musholla,” kata Riyanto. Baca: Korea Miliki Agensi Makanan Halal

Populasi muslim dunia semakin meningkat dan diperkirakan akan mencapai 26,5 persen dari total populasi dunia pada 2030. Pada 2014 setidaknya ada 108 juta wisatawan muslim dengan nilai pengeluaran mencapai 145 miliar dolar. Pada 2020 diperkirakan akan ada 150 juta wisatawan muslim dengan pengeluaran 200 juta dolar AS.