asuransi syariah somalia

Somalia Miliki Perusahaan Asuransi Syariah

[sc name="adsensepostbottom"]

Somalia resmi memiliki perusahaan asuransi syariah. Takaful and Re-Takaful Islamic Insurance Company menjadi pionir asuransi syariah di industri keuangan Somalia.

asuransi syariah somaliaManaging Director Takaful and Re-Takaful Islamic Insurance Company, Mohamed Abdi, mengatakan jasa asuransi syariah disediakan untuk melayani masyarakat Somalia yang menginginkan transaksi keuangan sesuai syariah. Takaful pun memiliki relasi bisnis dengan perusahaan asuransi syariah di seluruh dunia.

Kehadiran Takaful and Re-Takaful Islamic Insurance Company tak hanya menjadi pionir asuransi syariah di Somalia, tetapi juga mengisi kekosongan perusahaan asuransi syariah dalam 20 dekade terakhir. Dari Somali Current, “Takaful siap berkolaborasi dengan lembaga keuangan lainnya yang ada di Somalia,” kata Abdi, Selasa (6/1). Baca: Asuransi Mikro Syariah Mulai Berkembang

Abdi menambahkan pembentukan perusahaan asuransi syariah muncul karena adanya kebutuhan perlindungan risiko. Takaful pun akan mengembangkan produk sesuai kebutuhan nasabah yang dapat diterima oleh mayoritas masyarakat dan pebisnis di Somalia, tidak hanya untuk perlindungan risiko tetapi juga dalam bentuk investasi bagi kaum muda. “Kami fokus pada menyediakan produk asuransi syariah ke seluruh Somalia dan dunia,” ujar Abdi. Perusahaan ini akan menyediakan asuransi jiwa, kendaraan, dan rumah yang sejalan dengan prinsip asuransi syariah.

Sementara, Pelaksana Tugas Menteri Transportasi Somalia, Sacid Qorshel, menuturkan Takaful and Re-Takaful Islamic Insurance Company akan turut mendorong perdagangan dan infrastruktur Somalia. Sebelumnya pada 1991 sektor perbankan dan asuransi Somalia sempat runtuh saat mantan Presiden Somalia Siyad Bare digulingkan dari jabatannya. Baca Juga: Kilas Balik Sejarah dan Peran Asuransi Syariah di Indonesia

Sejak kejatuhan pemerintahan di 1991 belum ada perusahaan asuransi yang beroperasi di sana, sehingga bisnis di Somalia tak terlindung dari risiko. Sektor kendaraan bermotor terkena pukulan telak ketika banyak kendaraan yang luluh lantak karena terkena ledakan granat, dan pemilik kendaraan harus menanggung sendiri biaya perbaikannya.