Fatwa-fatwa hasil Ijtima Ulama ke V, akan disosialisasikan melalui berbagai event sosial dan budaya. Salah satunya lewat pagelaran “Wayang Santri”.

Wakil Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin mengatakan, bahwa hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke V 2015, akan disosialisasikan secara luas kepada masyarakat melalui berbagai cara dan sarana. Diantaranya dengan memanfaatkan berbagai acara sosial dan pendekataan budaya.
“Kami akan melakukan sosialisasi hasil Ijtima Ulama dan fatwa-fatwa MUI, bekerjasama dengan berbagai pihak, dengan menggunakan event sosial dan budaya,” kata Ma’ruf, dalam rilis MUI yang diterima MySharing, Jumat (12/6).
Menurutnya, bahwa selama ini MUI telah menjalin kerjasama dengan pemerintah maupun non pemerintah, dalam upaya mensosialisasikan hasil-hasil Ijtima sebelumnya. Kedepan kerjasama juga akan tetap dilakukan, seperti melalui forum kajian, pelatihan, seminar, majlis-majlis taklim, penerbitan buku dan online.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Namun kini, tambahnya, akan lebih ditingkatkan dengan pendekatan budaya yang sesuai dengan tuntunan agama. Seperti, pagelaran wayang golek atau wayang kulit yang banyak digemari masyarakat. Menurutnya, memanfaatkan momen budaya itu untuk mensosialisasikan fatwa-fatwa MUI dan nilai-nilai dakwah Islamiyah sebagai pencerahan agama kepada umat Muslim.
Seperti pagelaran wayang golek yang berlangsung di Pendopo Tegal Slawi Jawa Tengah, pada Selasa malam (9/6) lalu, yang dihadiri peserta Ijtima Ulama. Sang dalang adalah Ki Enthus Susmono, yang menjabat sebagai Bupati Tegal.
Ma’ruf mengatakan, karena fatwa akan ditaqninkan dan juga dijadikan kultur bagi masyarakat, maka MUI akan bekerjasama dengan para dalang untuk mensosialisasikan fatwa-fatwa ini. “Mungkin dalang bisa lebih pintar menyampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ki Enthus Susmono, yang memang dalang tersohor di Tegal itu pun menunjukkan kebolehannya dengan mementaskan “Wayang Santri,” yang sarat dengan nilai dan pesan moral agama. Melalui wayang santri yang dipertunjukkannya, Enthus juga berjanji akan menyebarkan fatwa-fatwa MUI. “Sebelum Ramadhan saya punya job manggung di sepuluh kota. Saya akan sebarkan fatwa MUI, terutama tentang janji pejabat,” kata Enthus.
Enthus juga mengungkapkan perasaan senang saat diminta untuk mementaskan wayang santri pada penutupan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke V 2015. Saking senangnya, Enthus malah meminta supaya saat Ijtima Ulama pada tahun mendatang, MUI kembali mengundang dirinya untuk mementaskan wayang santri. “Ya biaya Allah SWT, min haitsu la yahtasib. Masa MUI minta saya nggak bisa,” paparnya.

