PT Bank DKI masih mengkaji rencana pemisahan (spin off) Unit Usaha Syariah (UUS).

“Kita review lagi. Memang dengan kondisi seperti ini kita mesti hitunng ulang lagi spin off. Karena nanti kalau sudah spin off overhead-nya tanggung sendiri, kuat nggak nih. Pengelolaan simpanan, itu yang paling kerasa kalau spin off,” kata Kresno kepad MySharing, di sela-sela pembukaan Keuangan Syariah Fair (KSF) 2016, di Jakarta, pekan lalu.
Menurutnya, kendati anak usaha syariahnya itu tumbuh dengan baik pada tahun lalu, namun pertimbangan-pertimbangan tersebut membuat perseroan mengkaji rencana spin off.
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Transaksi Sertifikasi Halal Secara Daring
- BCA Syariah, BEI dan Henan Sekuritas Berkolaborasi untuk Edukasi Keuangan Syariah Bagi Mahasiswa PNJ
- CIMB Niaga Tingkatkan Pengalaman Nasabah di Bandung melalui Digital Branch Pasirkaliki
- ANTAM dan Bank Muamalat Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Ekosistem Emas Nasional
Kresno menyampaikan, kontribusi pembiayaan syariah terhadap total pembiayaan sendiri tahun lalu baru 9 persen. Oleh karena itu, perseroaan masih akan mengembangkan bisnis-bisnis syariah lain sebelum kemudian melakukan pemisahan UUS. “Kita masih terus mengkaji rencana spin off UUS, di samping pengembangan bisnis syariah lainnya,” pungkas Kresno.

