PT Bank DKI masih mengkaji rencana pemisahan (spin off) Unit Usaha Syariah (UUS).

“Kita review lagi. Memang dengan kondisi seperti ini kita mesti hitunng ulang lagi spin off. Karena nanti kalau sudah spin off overhead-nya tanggung sendiri, kuat nggak nih. Pengelolaan simpanan, itu yang paling kerasa kalau spin off,” kata Kresno kepad MySharing, di sela-sela pembukaan Keuangan Syariah Fair (KSF) 2016, di Jakarta, pekan lalu.
Menurutnya, kendati anak usaha syariahnya itu tumbuh dengan baik pada tahun lalu, namun pertimbangan-pertimbangan tersebut membuat perseroan mengkaji rencana spin off.
- Perkuat Ekosistem Haji, Bank Muamalat Gandeng Harakah Majelis Taklim Edukasi Perencanaan Keuangan Syariah
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
Kresno menyampaikan, kontribusi pembiayaan syariah terhadap total pembiayaan sendiri tahun lalu baru 9 persen. Oleh karena itu, perseroaan masih akan mengembangkan bisnis-bisnis syariah lain sebelum kemudian melakukan pemisahan UUS. “Kita masih terus mengkaji rencana spin off UUS, di samping pengembangan bisnis syariah lainnya,” pungkas Kresno.

