Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim dan Direktur PT Sari Coffee Indonesia Anthony Cotton, usai menempelkan logo Sertifikasi Halal MUI di gerai Starbucks Botano Square Bogor, Rabu (29/10).Foto: MySharing

Starbucks Kedai Kopi Pertama Bersertifikasi Halal MUI

 Starbucks, jaringan kedai kopi asal Seattle, Amerika Serikat telah resmi menerima sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sertifikasi halal ini memberikan kenyamanan bagi konsumen Starbucks.

Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim dan Direktur PT Sari Coffee Indonesia Anthony Cotton, usai menempelkan logo Sertifikasi Halal MUI di gerai Starbucks Botano Square Bogor, Rabu (29/10).Foto: MySharing
Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim dan Direktur Starbucks Indonesia Anthony Cottan, usai menempelkan logo Sertifikasi Halal MUI di gerai Starbucks Botano Square Bogor, Rabu (29/10).Foto: MySharing

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Lukmanul Hakim menyerahkan Sertifikasi Halal MUI kepada Direktur Starbucks Indonesia Anthony Cottan di gerai Starbucks Botani Square Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/10).

Lukman dan Anthony pun menempelkan logo sertifikasi halal secara simbolik di gerai Starbucks tersebut. Kini logo sertifikasi halal itu sudah terpampang di setiap pintu masuk gerai kopi Starbucks di negeri ini. Sehingga umat Muslim bisa meminum latte dan Frappuccino dengan tenang di 176 gerai Starbucks Indonesia.

Lukmanul Hakim mengapresiasi inisiatif  PT Sari Coffee sebagai pengelola Starbucks di Indonesia dalam mengajukan sertifikasi halal. “Sertifikasi halal ini kami nilai juga merupakan strategi bisnis yang cerdik, karena mengisi ceruk pasar yang masih kosong,” ujarnya.

Dia menuturkan berdasarkan data LPPOM MUI, untuk produk kopi kemasan yang telah bersertifikasi halal, memang cukup banyak. Ada sekitar 27 perusahaan. Namun, khusus untuk gerai kopi kelas premium, sejauh ini Starbucks merupakan coffeeshop pertama yang memperoleh sertifikasi halal MUI.

Lebih lanjut Lukman menegaskan, bagi LPPOM MUI sertifikasi halal ini cukup melegakan. Karena selama ini gerai beberapa merek bakery, Starbucks merupakan salah satu dari sekian gerai coffeeshop yang sering dipertanyakan kehalalannya oleh masyarakat.

Menurut Lukman,  pertanyaan itu sangat beralasan, mengingat adanya titik kritis kehalalan yang harus diperhatikan dalam setiap varian produk kopi dan menu lainnya. Misalnya, krimer, dimana terdapat titik kritis halal pada bahan penolong seperti pengemulsi, yang bisa berasal dari nabati maupun hewani. “Bahan apapun yang dipakai Starbucks sudah halal karena sudah melewati pemeriksaan dan audit dari LPPOM MUI ,” kata Lukman.

Dalam proses pemeriksaan dan audit pada semua bahan-bahan yang dipakai oleh Starbucks, tim audit LPPOM MUI melakukannya terhadap  176 gerai Starbucks yang ada di Indonesia. Pemeriksaan ini dilakukan mulai April hingga Juni 2014. Prosesnya cukup lama karena harus dengan pendekatan ilmu baik teknologi, sains dan syariah. Setelah pemeriksaan dan audit selesai, dirapatkan kembali dengan Komisi Fatwa MUI, hingga akhirnya Komisi ini mengeluarkan status halal untuk Starbucks pada 17 September 2014. “Setelah logo halal MUI terpasang di setiap outlet Starbucks, masyarakat mendapatkan jaminan kepastian bahwa Starbucks dengan semua menu yang disajikan telah bersertifikasi halal,” tegas Lukman.

Sementara Direktur Starbucks Indonesia Anthony Cottan mengatakan, sejak berdirinya Starbucks di Indonesia 12 tahun lalu, pihaknya telah menerapkan peraturan yang terkait dengan regulasi produk halal dalam oprasional sehari-hari, yaitu menggunakan bahan-bahan yang halal pada produk Starbucks. “Oleh karena itu, kami melakukan langkah selanjutnya untuk mendapatkan sertifikasi halal MUI. Kami juga merasa senang karena menjadi kedai kopi pertama yang mendapat sertifikasi halal MUI,” ujarnya.

Menurutnya, semua produk Starbucks yang diproduksi dan dijual di Indonesia sejalan dengan pedoman halal MUI. MUI adalah otoritas sertifikasi halal tertinggi dan regulator pedoman halal di Indonesia. MUI juga merupakan satu-satunya badan di Indonesia yang berwenang dalam mensahkan penggunaan logo halal pada produk yang telah bersertifikasi halal. “Kami memahami pentingnya memastikan bahwa kepentingan pelanggan Starbucks di Indonesia terpenuhi. Itu sebabnya, halal selalu menjadi prioritas utama kami,” katanya.

Dengan telah diterimanya sertifikasi halal MUI oleh Starbucks. Maka masyarakat khususnya umat Muslim tidak perlu ragu lagi untuk menikmati kopi di gerai-gerai Starbucks yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah 187 gerai, sebanyak 176 gerai Starbucks sudah memiliki sertifikasi halal MUI. Sedangkan sisanya masih dalam proses. Untuk itulah, tegas Anthony, Starbucks akan terus berdampingan dengan MUI untuk memberikan kepuasan pelanggan di seluruh Indonesia melalui Starbucks Experience sesuai dengan regulasi halal.