Direktur Utama Sun Life Financial Indonesia - Elin Waty saat pemaparan Sun Life Asia Health Index 2015 di Jakarta.
Direktur Utama Sun Life Financial Indonesia - Elin Waty saat pemaparan Sun Life Asia Health Index 2015 di Jakarta.

Sun Life Dukung Perilaku Sehat Masyarakat Indonesia

[sc name="adsensepostbottom"]
Kesadaran dan motivasi masyarakat di Indonesia yang terkait kesehatan meningkat tajam. Namun kesadaran dan motivasi tersebut masih belum dapat mengubah perilaku menjadi lebih sehat.
Direktur Utama Sun Life Financial Indonesia - Elin Waty saat pemaparan Sun Life Asia Health Index 2015 di Jakarta.
Direktur Utama Sun Life Financial Indonesia – Elin Waty saat pemaparan Sun Life Asia Health Index 2015 di Jakarta.

Menurut Penelitian terbaru Sun Life Asia Health Index 2015, menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari tahun lalu sekitar 29% pada jumlah penduduk di Indonesia yang mengungkapkan bahwa menjadi sehat merupakan hal yang sangat penting bagi mereka –  naik dari 44% di tahun lalu menjadi 73% – peningkatan tertinggi di Asia. Penduduk Indonesia juga merasa paling positif di Asia terkait kesehatan fisik (80%  banding 65% di regional), tetapi  mayoritas peduli dengan kondisi pernafasan (29% banding 19% di regional).

 
“Kita melihat adanya peningkatan akan pentingnya kesehatan untuk masyarakat Indonesia, bahkan kesiapan untuk mengatur diri dalam memaksimalkan kesehatan pribadi, dibandingkan dengan data tahun lalu,” demikian ujar Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia – Elin Waty.
 
“Namun apa yang belum sepenuhnya bergeser adalah tidak adanya hubungan antara kesadaran atas gaya hidup yang lebih baik yang diterjemahkan ke dalam kesehatan pribadi yang lebih baik, dan tindakan yang diambil sebagai hasil atas berbagai pilihannya tersebut,” lanjut Elin Waty.
 
Meneliti dari sudut pandang 4,000 orang yang berusia antara 25 dan 60 tahun di sembilan negara di Asia, penelitian menunjukkan bahwa hampir semua (93%) dari 500 responden di Indonesia menempatkan kesehatan pribadi mereka sebagai aspek penting di kehidupan mereka.
Namun, setiap 2 dari 5 penduduk Indonesia (40%n) termasuk dalam kategori “tidak sehat (unhealthy)”. Ini termasuk mereka yang mengalami kesulitan dengan kurangnya waktu (Generasi O, sebanyak 21%) atau mereka yang terlalu mudah teralihkan atau tidak termotivasi (yang baru-baru ini dikenal dengan segmen “Tidak Fokus (Distracted)”, 10%) untuk mengambil tindakan terhadap gaya hidup yang lebih sehat. Kedua segmen tersebut juga merasa puas terhadap segala aspek dalam kehidupan, termasuk pengelolaan stress, kualitas tidur, dan tingkat kebahagiaan.
 
Penelitian ini juga mengungkapkan 98% orang Indonesia mengatakan, bahwa mereka tahu bagaimana cara meningkatkan kesehatan dan 97% mengatakan bahwa mereka melakukan segalanya untuk memaksimalkan kesehatan mereka – jumlah tertinggi di Asia pada kedua hal tersebut. Namun lebih dari separuhnya (54%) mengalami masalah kesehatan, terutama kanker, jantung, dan berat badan/obesitas.
 
Enam kategori perilaku telah teridentifikasi lewat penelitian terbaru ini. Tiga kategori perilaku mencerminkan orang yang ’tidak sehat‘, sedangkan tiga kategori lainnya menggambarkan orang yang termasuk –dengan gaya hidup yang berbeda – ’sehat.’
 
“Sun life berkomitmen untuk mengembangkan program-program yang  membangun masyarakat yang lebih kuat dan sehat yang tidak hanya peduli terhadap pilihan yang berhubungan dengan kesehatan serta konsekuensinya, tetapi juga terlibat secara aktif mengembangkan keyakinan pribadi yang lebih baik dalam menjaga kesehatan mereka sendiri,” demikian ujar Elin Waty.