Tim Program Tanggap Bencana Mandiri Syariah terjun langsung membantu masyarakat yang kesulitan pada musibah banjir yang melanda ibukota Negara RI – Jakarta dan sekitarnya pada pertengahan Januari 2014 ini. Tanggap Bencana Mandiri Syariah telah membuka beberapa posko bantuan banjir dibeberapa titik terdekat dengan musibah banjir, antara lain di Blok S, Jakarta Selatan, Universitas Borobudur, Jakarta Timur, serta di Babelan, Bekasi. Tim ini aktif bertugas mendistribusikan suplai berbagai bahan makanan, dan juga pakaian bekas layak pakai kepada para korban banjir di beberapa titik banjir terparah seperti di Mampang (Tarakanita), Kebayoran Baru, serta di sepanjang jalur Kalimalang-Bekasi, dan juga Babelan (Bekasi).

Tanggap Bencana Mandiri Syariah adalah program dari LAZNAS BSM (Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat) sebuah yayasan yang dibentuk oleh pimpinan dan karyawan Bank Syariah Mandiri (BSM). LAZNAS BSM sendiri adalah lembaga yang selama ini dipercaya guna menghimpun dan mengelola dana zakat, infaq, shadaqoh (ZIS) dari BSM maupun karyawan BSM. Lembaga ini pula yang kerap membantu mengelola kegiatan CSR bank umum syariah terbesar di tanah air itu, termasuk juga kegiatan tanggap bencana alam dari bank tersebut di berbagai daerah di tanah air.
Menurut Koordinator Tim Tanggap Bencana Mandiri Syariah – Tjaturadi Walujo yang juga Kepala Divisi Pendayagunaan 3 – LAZNAZ BSM , kegiatan Program Tanggap Bencana Mandiri Syariah pada moment banjir Jakarta ini adalah, bentuk pertangungjawaban LAZNAS BSM sebagai sebuah lembaga social, dengan menyodorkan sebuah wujud kegiatan yang konkret yang bisa dipantau oleh para muzakki (pemeberi zakat), bahwa lembaga ini sudah berbuat sesuatu yang sangat positif dan juga memberikan manfaat kepada masyarakat penerima bantuan, termasuk juga para mustahik. “Ini bagian dari perwujudan itu. Dengan adanya kejadian musibah banjir ini, maka kontribusi kita bisa tersalurkan, bahwa kita sangat peduli terhadap masyarakat yang menghadapi musibah,” papar Tjatur saat ditemui Sharing pada 21 Januari 2014 lalu di salah satu lokasi posko darurat Tanggap Bencana Mandiri Syariah di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Lebih lanjut Tjatur, kegiatan Tim Tanggap Bencana Mandiri Syariah pada musibah banjir Jakarta kali ini telah dimulai sejak tanggal 13 Januari 2014 lalu, saat bencana banjir baru mulai melanda Jakarta dan sekitarnya. “Kami menyiapkan bahan-bahan makanan dan pakaian layak pakai, untuk kami drop membantu korban banjir. Namun dalam perkembangannya, banjir ini semakin membesar, sehingga kami juga telah mendapatkan bantuan perahu, yang rencananya akan kami pakai guna mengevakuasi keluarga karyawan BSM yang berada di lokasi musibah banjir, dan juga mengevakuasi masyarakat umum,” lanjut Tjatur lagi bersemangat.
Tjatur lalu menjelaskan, program Tanggap Bencana Mandiri Syariah pada momen banjir Jakarta kali ini merupakan yang kesekian kalinya mereka lakukan. Sebelum ini, mereka juga turut berkontribusi membantu korban bencana letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara pada November 2013, dan juga bencana banjir besar di daerah Purworejo, Jawa Tengah, Desember 2013 yang baru lalu. Saat ini pun, tim Tanggap Bencana Mandiri Syariah juga turut serta membantu korban bencana banjir di Manado, Sulawesi Utara, yang bencananya hadir relatif bersamaan dengan banjir di Jakarta pertengahan Januari 2014 ini. *

