Tanzania Siap Jadi Hub Perbankan Syariah di Afrika Timur

[sc name="adsensepostbottom"]

Tanzania memiliki potensi besar untuk sukses sebagai Negara yang menerapkan keuangan Islam. Dan bahkan Negara ini bisa menjadi hub perbankan syariah di Afrika Timur. Hal tersebut disampaikan Mr Muhammad Zubair Mughal, Chief Executive Officer of AlHuda Center of Islamic Banking and Economics di sela-sela upacara penutupan African Islamic Banking and Finance Road Show di Dar es Salaam, Tanzania (5/10/14). Kegiatan road show ini dilakukan di enam negara Afrika dengan tujuan mempromosikan keuangan Islam di benua Afrika.

TanzaniaMenganalisis industri keuangan Islam sendiri di Afrika, Mughal menyebutkan, bahwa adalah sebuah kesimpulan yang salah, apabila keuangan Islam di benua Afrika, hanya disebut-sebut mengambil akar dari negara-negara di kawasan Afrika utara saja, seperti Tunisia, Maroko dan Aljazair sebagai negara-negara potensial di kawasan ini.

Karena lanjut Mughal, perbankan dan keuangan Islam juga berkembang pesat di Nigeria, Libya, Afrika Selatan, Kenya dan Maroko. Sementara itu, Mesir, Sudan, Tanzania, Tunisia memang telah mengambil inisiatif yang baik di lapangan. Statistik terbaru menunjukkan bahwa total volume keuangan Islam di Afrika adalah 780 milyar USD atau kurang dari 5% dari keseluruhan asset industri keuangan Islam global.

Benua Afrika ini telah memiliki 96 bank Islam, 29 lembaga pembiayaan Islam, 31 lembaga keuangan Mikro Islam dan lebih dari 41 perusahaan asuransi syariah telah aktif beroperasi.

Mughal mengatakan, perbankan syariah di Tanzania dan pasar keuangan Islam di Negara ini tampaknya menjanjikan, terlebih dengan kenyataan, bahwa saat ini ada lima bank yang menawarkan layanan perbankan syariah di negara ini. Di antara mereka, satu diantaranya adalah bank umum syariah, sementara bank yang lainnya juga berharap bisa meningkatkan kapasitas banknya guna memasuki ceruk pasar yang potensial ini.

Sementara itu, beberapa perusahaan asuransi juga menunggu lampu hijau dari regulator untuk bisa masuk ke pasar asuransi syariah. Populasi masyarakat Muslim sendiri di Tanzania kini adalah sebesar 40%.

Memang, peraturan perbankan sebelumnya di Tanzania telah menghambat penetrasi perbankan syariah di Negara ini pada masa lalu. “Adalah sebuah kebutuhan, bahwa hari ini kita harus memperkenalkan perbankan Islam di negeri ini. Karena pasar keuangan Islam di Tanzania masih di bawah potensi yang sesungguhnya. Padahal, beberapa negara di Afrika telah membuat upaya besar untuk memanfaatkan semakin populernya layanan keuangan syariah, “ tambah Mughal.

Menurut Mughal, risiko alamiah di perbankan syariah berbeda dengan di perbankan konvensional. Oleh karena itulah, beberapa prinsip kehati-hatian, standar akuntansi, dan audit khusus, harus diterapkan kepada perbankan syariah ini. *