Wajah Turki mulai berubah sejak Erdogan memimpin.
Turki dikenal sebagai negara sekuler. Namun, kini perubahan mulai nampak di beberapa sektor. Yang teranyar, pemerintah Turki kini akan memperbolehkan tentara wanita untuk mengenakan hijab ketika mereka bertugas dan mengenakan seragam.
Pernyataan yang diungkapkan secara resmi oleh Kementerian Pertahanan Turki, pada Rabu, (22/2), waktu setempat ini tentu membawa angin segar. Dengan tentara wanita berhijab ini menandakan terjadinya pergeseran secara simbolis, dimana secara tradisional tentara merupakan penjaga dari sekulerisme Turki.
Dilansir dari Salaam Gateway, Kamis (23/2), Kementerian Pertahanan pun telah memberikan beberapa ketentuan berhijab bagi tentara wanita Turki. Diantaranya adalah hijab dapat digunakan saat memakai seragam tentara dan digunakan dibawah topi beret, hijab tidak menutupi wajah, tidak bermotif dan warnanya senada dengan seragam tentara.
- Bank Muamalat Makin Fokus Garap Segmen Ritel Konsumer
- CIMB Niaga Resmikan Digital Branch Muara Karang, Optimalkan Layanan Nasabah
- BYOND by BSI Kian Diminati Generasi Muda, BSI Targetkan 10 Juta Pengguna di 2026
- Bank Muamalat dan BMM Tingkatkan Keterampilan Difabel, Inisiasi Program Batik Ciprat Karangpatihan di Ponorogo
Perubahan kebijakan itupun mencerminkan masih berpengaruhnya Presiden Tayyip Erdogan dan partai yang didirikannya, Partai AK, di Turki. Sejak Erdogan memimpin Turki pada 2002, Partai AK telah berjuang memasukkan kembali unsur agama dalam kehidupan publik masyarakat Turki.
Pada November 2016, pemerintah Turki juga telah memperbolehkan staf publik yang bekerja di militer untuk mengenakan hijab. Kendati Turki adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim, pemerintahannya memang menganut sekulerisme. Sebelumnya, hijab telah lama dilarang untuk dipakai di universitas dan layanan publik.

