Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan tiga instruksi untuk menyelesaikan konflik di Tolikara, Papua.

Menteri Agama Lukman Hakim Syaefuddin mengatakan, Presiden Jokowi telah mengeluarkan tiga instruksi terkait kasus Tolikara Papua.
Tiga instruksi tersebut pertama, presiden meminta penegakan hukum diselesaikan. Kedua, presiden memerintahkan segera dilakukan kembali pembangunan fasilitas yang rusak di Tolikara. Ketiga, presiden akan dialog dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat Papua untuk bersama-sama menenangkan situasi di sana dan nasional.
”Presiden menegakkan bahwa Indonesia adalah negara yang beragam. Sehingga beliau berharap perbedaan dan keragaman tidak mengoyak persatuan dan kebersamaan,” kata Lukman, di Istana Negara Jakarta, Rabu (22/7).
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
- Prudential Syariah Luncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan USD, Nilai Proteksi Meningkat hingga 150%
Lukman menegaskan, bahwa itulah yang harus dikedepankan, bukan justru karena perbedaan lalu kemudian kita saling menegasikan antara satu dengan yang lain atas perbedaan tersebut.
Dan sebagaimana dilansir di laman setkab.go.id menyebutkan kalau presiden Jokowi meminta hukum atas insiden yang telah merusak sejumlah toko dan bangunan itu ditegakkan.
Menurut Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, selain tiga instruksi, presiden Jokowi juga memberikan bantuan Rp 1 miliar untuk melakukan perbaikan atas rusaknya 15 kios dan musala. Presiden juga akan melakukan dialog dengan tokoh masyarakat Papua untuk menenangkan siatusi di bumi Cendrawasih tersebut.”Presiden akan berdialog dengan masyarakat Papua untuk sama-sama meredam dan menenangkan situasi di sana,” ujarnya.
Teten menuturkan, instruksi tersebut disampaikan Presiden Jokowi kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, serta Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menyatakan, situasi di Tolikara sudah kondusif. Aparat kepolisian juga sudah memeriksa lima saksi dan akan segera menetapkan tersangka.Brimob dan Yonif 756 yang mengamankan lokasi sempat mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Belasan orang pelaku kerusuhan ditangkap.”Pelakukan penyerangan sudah teridentifikasi. Tidak ada korban jiwa,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Patridge Renwarin.
Seperti diketahui, insiden di Karubaga, Tolikara, terjadi pada Jumat 17 Juli 2015 atau bertepatan dengan perayaan hari raya Idul Fitri 1436 Hijriyah. Saat itu puluhan orang memprotes penyelenggaraan shalat Ied di lapangan Markas Komando Rayon Militer 1702-11/Karubaga karena bersamaan dengan acara seminar dan kebaktian kebangunan rohani pemuda GIDI. Ketika berlangsung shalat Ied di Tolikara itulah, tiba-tiba datang sekelompok orang yang berteriak-teriak. Tidak lama kemudian, disusul lemparan batu dan pembakaran bangunan.

