Schroder Investment Management Indonesia (Schroder Indonesia) menjalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Prasetiya Mulya untuk memperkuat kurikulum program S1 Finance di STIE Prasetiya Mulya. Kerjasama ini akan berlangsung selama tiga tahun.

Michael optimis dunia asset management ke depannya akan sangat baik. Penetrasi industri aset management masih kecil di Indonesia, oleh karena itu punya potensi berkembang yang cukup besar. Industri aseet management sendiri berkembang cepat di seluruh dunia dan memberi alternatif selain perbankan. “Saya perkirakan Indonesia akan punya jalur yang sama ke depan dan ini akan memberi motivasi bagi mahasiswa untuk belajar menyongsong kesempatan tersebut,” papar Michael.
Selain di ruangan kelas di kampus, jam kuliah juga akan dilakukan di Gedung Bursa Efek Indonesia, sehingga mahasiswa bisa lebih dekat dengan suasana perkantoran dan pasar modal. Setiap departemen di Schroder akan mengajar, seperti kepala investasi, analis, sales, compliance dan back office. “Jadi mahasiswa bisa menjajaki dan belajar pengalaman dari staf Schroder, sehingga bisa timbul bibit-bibit yang bisa dikembangkan di industri aset management di masa mendatang,” cetus Michael
Sementara, Ketua STIE Prasetiya Mulya, Prof Djoko Wintoro, mengatakan pihaknya memilih Schroder Indonesia sebagai mitra kerjasama karena reputasi dan komitmennya dalam pengembangan manajemen investasi di Indonesia. “Pengalaman dan keahlian Schroder Indonesia pasti bermanfaat bagi STIE Prasetiya Mulya dalam membangun kurikulum investment-nya dan mahasiswa mendapat kesempatan belajar dan berdiskusi tentang praktek investasi dalam konteks Indonesia dan global,” ujar Djoko.
Selain akan mengisi kuliah di STIE Prasetiya Mulya, Schroder Indonesia juga akan memberikan bantuan konsultasi dalam pengembangan model laboratorium di STIE Prasetiya Mulya yang akan digunakan sebagai sarana praktikum manajemen investasi. Sampai Agustus 2014 Schroder Indonesia mengelola dana sebesar Rp 56,96 triliun. Schroder Indonesia mengelola dana nasabah yang meliputi lembaga dana pensiun, lembaga pemerintah, maupun swasta, badan kemanusiaan, seta investor individual. Investasi dana nasabah ditempatkan dalam berbagai kelas aset seperti saham, obligasi, dan pasar uang.

