Untuk meningkatkan kualitas Usaha Kecil Menengah (UKM) dan sumber daya manusia bidang kewirausahaan di Papua, Bank Papua menjalin kerjasama dengan STIE Prasetiya Mulya.

Kerjasama ini mencakup penyelenggaraan beasiswa penuh untuk program sarjana bagi pelajar asal Papua, pelatihan kewirausahaan bagi tenaga pengajar guru atau dosen yang menyampaikan mata ajar kewirausahaan, dan pelatihan kewirausahaan bagi pengusaha dan mitra UKM binaan Bank Papua yang berada di Provinsi Papua dan Papua Barat.
Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua), Johan Kafiar, mengatakan Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat punya visi misi untuk mendorong usaha kecil dan menengah (UKM) lebih kuat lagi di daerah tersebut, utamanya UKM orang Papua asli. “Berangkat dari sana kami susun kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Prasetiya Mulya untuk mendorong UKM di Papua,” kata Johan usai penandatanganan kerjasama Bank Papua dengan Prasetiya Mulya, Jumat (26/9).
Johan pun berharap kerjasama ini dapat menjadi titik awal bagi kelanjutan hubungan kerjasama dalam penguatan sumber daya manusia khusus orang asli Papua dalam rangka membentuk pola pikir dan kemandirian menciptakan usaha-usaha baru dan mengembangkan usaha yang sudah ada dalam usaha mewujudkan pertumbuhan ekonomi di daerah, menciptakan lapangan kerja, dan peningkatan taraf hidup penduduk.
“Nantinya, kami ingin menciptakan pionir-pionir sebagai kader yang dapat menjadi motivator, trainer, wirausahawan yang menjadi sumber inspirasi di sekitarnya dan menjadi sumber inspirasi di sekitarnya dan menjadi perpanjangan tangan Bank Papua untuk bersama membangun perekonomian di Tanah Papua,” ujar Johan.
Bank Papua menetapkan kuota dua orang per tahun penerima beasiswa untuk menempuh studi di Prasetiya Mulya. Namun, jika mendapat umpan balik yang bagus tak menutup kemungkinan jumlahnya akan ditambah. Mahasiswa yang mendapat beasiswa pun akan didorong untuk menjadi wirausaha, sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Papua.
Secara berkelanjutan sebelumnya Bank Papua telah mengirim 40 orang pelaku UKM Papua tahun lalu ke Rumah Perubahan yang diasuh Rhenald Khasali. Di tahun ini setidaknya sudah ada 50 orang yang diberangkatkan ke Jakarta untuk ikut pelatihan. “Bulan depan kita harapkan ada 50 pelaku UKM yang termotivasi untuk ikut materi dengan Prasetiya Mulya,” ungkap Johan.
Bank Papua pun selalu mengevaluasi secara berkala perkembangan pelaku UKM yang menjadi peserta workshop. “Jadi kalau mereka menemukan kendala kami akan membantu,” ujar Johan. Khusus untuk kriteria pelaku UKM penerima workshop akan ditentukan berdasar motivasi usaha, lama usahanya, punya usaha yang berkelanjutan, dan mitra kerja. “Jadi kami harap dari workshop bersama Prasetiya Mulya unu pelaku UKM Papua punya nilai tambah dan berkembang. Selain itu, mereka bisa melakukan duplikasi dan mengedukasi ala yang didapatnya dari workshop ke masyarakat,” jelas Johan.
Sementara, Ketua STIE Prasetiya Mulya, Prof Djoko Wintoro, berharap kerjasama ini dapat memperluas upaya STIE Prasetiya Mulya dalam menyebarluaskan pendidikan kewirausahaan ke daerah-daerah di Indonesia untuk menggerakkan perekonomian rakyat di daerah Papua. “Indonesia bagian timur adalah sebuah wilayah yang mempunyai potensi sangat besar untuk dikembangkan tidak hanya sumber daya alamnya namun juga sumber daya manusianya,“ ujar Djoko
Ia menambahkan kerjasama dengan Bank Papua juga menjadi suatu langkah Prasetiya Mulua untuk menasional ke berbagai daerah di Indonesia. “Program dari Bank Papua sejalan dengan kami untuk pengembangan UKM,” ujar Djoko. Djoko berharap penerima beasiswa ini diharapkan bisa membangun daerah tempat asalnya untuk lebih maju dan mampu bersaing di kancah nasional dan internasional saat lulus nanti.
Namun diharapkan pelaku UKM juga tidak hanya berkecimpung di dalam negeri, namun juga memperluas pemasaran hingga ke luar negeri. Djoko menuturkan pihaknya pun memiliki dua modul untuk mendukung upaya tersebut, yaitu motivasi ekspor dan kapabilitas ekspor. Papua sendiri punya potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari industri perikanan, perkebunan, hingga pariwisata.

