Pengelolaan jalan bebas hambatan atau toll Balikpapan-Samarinda menarik 19 investor dari dalam dan luar negeri. Toll ini pun memiliki panjang 99,02 kilometer.

“Lelang ini dijadwalkan selesai atau dapat ditetapkan pemenangnya pada Oktober. Pengelolaan itu seluruh paket dan setelah ada investor yang menjadi pemenang, selanjutnya dilakukan lelang konstruksi,” katanya.
Menurut Taufik, investor akan melakukan lelang konstruksi bekerja sama dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebagai pengawas dan pemantau kegiatan lelang. Proses lelang tersebut murni dilakukan pemerintah pusat, sehingga setelah tol rampung sudah ada perusahaan yang mengelolanya.
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
“Adapun lelang konstruksi untuk pengerjaan tol paket III, IV dan V sepanjang 65 kilometer. Sementara paket I sepanjang 22,5 kilometer telah dikerjakan dengan pembiayaan APBD Kaltim,” katanya.
Selain itu, pengerjaan tol paket V sepanjang 11,05 kilometer dengan nilai Rp1,5 triliun pembiayaannya melalui pinjaman lunak dari Tiongkok sekitar 65 juta dolar AS, ditambah dengan APBN sekitar 10 persen atau 6,5 juta dolar AS. Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menetapkan Beijing Urban Construction Group Co.Ltd sebagai pemenangnya.
Kepala Bidang Investasi BPJT Christian Kornel MT Sihaloho saat meninjau proyek toll Balikpapan-Samarinda, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemprov Kaltim karena telah bekerja keras membangun tol tersebut.
Menurut ia, pembangunan yang telah dilakukan untuk paket I-V sudah menunjukkan peningkatan, tetapi kondisi paket IV yang menghubungkan Palaran-Jembatan Mahkota II Samarinda, pengembangan desainnya harus lebih diperhatikan. Hal itu dikarenakan lokasi yang dilintasi jalan banyak melewati lahan bekas tambang batu bara, sehingga pemadatan lahan harus lebih baik.
“Ini harus diperhatikan, karena dikhawatirkan apabila pembangunan jalan hingga ketinggian 30-40 meter terjadi penurunan. Kondisi ini harus menjadi pemikiran dan pertimbangan para investor agar lebih selektif dalam melakukan pembangunan. Sedangkan untuk paket I, II dan III tidak ada masalah,” jelasnya.
Pembangunan toll Balikpapan-Samarinda terbagi dalam lima paket, yakni paket I sepanjang 25 kilometer dari kilometer 13 Balikpapan-Samboja, Kutai Kartanegara, paket II (23,3 km) Samboja-Palaran I, paket III (21,9 km) Samboja-Palaran II, paket IV (17,9 km) Palaran-Jembatan Mahkota II Samarinda, dan paket V (11,05 km) dari Kilometer 13 Balikpapan-Sepinggan Balikpapan.

