Ahmad Juwaini saat umrah 2012. Foto: Pribadi/ FB

Umrah Ramadhan, Ahmad Juwaini Merasa Sangat Dekat dengan Allah SWT

[sc name="adsensepostbottom"]

Dalam doanya di Raudhah, Ahmad bermunajab kepada Allah SWT agar dirinya selalu bermanfaat bagi umat.

Berumrah di bulan Ramadhan, yakni bulan penuh rahmat dan ampunan, tentunya menjadi impinan setiap umat Muslim. Ahmad Juwaini, Direktur Dompet Dhuafa University, salah satunya yang pada tiga tahun lalu berumrah di bulan suci Ramadhan.

Menurut Ahmad, berumrah merupakan ibadah yang sangat istimewa karena hanya dapat dilaksanakan di Masjidil Haram Mekkah. Yakni sebuah tempat yang sangat mulia di mana semua do’a insyallah di ijabah, semua amalan dilipatgandakan, dan semua orang mendapatkan rahmat Allah SWT.

[bctt tweet=”Umrah adalah ibadah yang istimewa!” username=”my_sharing”]

Apalagi, kata dia, jika umrah di bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat di mana pintu ampunan dibuka seluas-luasnya. Bulan suci umat Islam di mana di dalamnya terdapat Lailatul Qadr, malam penuh hikmah dan kemuliaan.

”Ibadah umrah di bulan Ramadhan, dari segi pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT, sungguh tak terbayangkan nikmatnya. Itu yang saya rasakan ibadah lebih khusus dan nikmat meskipun banyak tantangan,” ujar  Ahmad kepada MySharing saat ditemui usai peresmian 212 Mart Pekayon, Bekasi Selatan, Kamis (25/5).

Tantangannya, jelas Ahmad, yakni cuacanya yang panas mendera, tapi ironisnya  tidak menghapus niat di hati untuk terus bermuanajat kepada Allah SWT.  Sehingga tiada kegiatan lain selama umrah selain beribadah.

Ahmad berkisah, jelang shalat magrib, banyak kiriman makanan dan minuman dari masyarakat Arab Saudi. Sehingga berjuta-juta umat Muslim dari berbagai negara yang berumrah bisa menikmati aneka makanan pembuka puasa yang lezat.

Dan saat shalat tarawih tiba, kata Ahmad,  kembali kesadaran dan keikhlasan hati diuji. Pasalnya, surat-surat Al Quran yang dibacakan saat shalat tarawih  panjang-panjang, beda halnya dengan di Indonesia.

”Lebih banyak mengikhlaskan hati niatnya untuk ibadah. Bagi saya, ibadah umrah di bulan Ramadhan itu terasa lebih khusus. Apalagi saat berdoa di Raudhah, saya merasa sangat dekat dengan Allah SWT.  Doa yang saya panjatkan lebih menyentuh dan terasa tersampaikan,” ungkap Ahmad.

Saat di Raudhah, tempat mustajab berdoa di masjid Nabawi, Ahmad pun memanjatkan doa memohon kepada Allah SWT agar senantiasa dirinya bisa bermanfaat bagi umat. Dalam doanya, Ahmad juga memohon tuntutan Allah SWT agar dirinya bisa menjadi penulis buku yang bagus untuk kemaslahatan umat Muslim. Permohonan Ahmad lainnya, adalah  memohon keridhoan dan bimbingan Allah SWT agar keluarganya  sukses.

”Di tempat-tempat mustajab, di Raudhah dan Maqom Ibrahim, misalnya. Saya selalu panjatkan doa pada Allah SWT, memohon keikhlasan hati saya dalam menjalani hidup yang diridhoi-Nya, selalu bermanfaat bagi umat,” tegas Ahmad.

Bendahara Umum Koperasi Syariah 212 (KS 212)  ini mengaku umrah di bulan suci Ramadhan itu adalah yang kedua kalinya. Ahmad juga telah berhaji pada tahun 2004.

[bctt tweet=”Umrah Ramadhan, doa pun terasa lebih menyentuh dan tersampaikan!” username=”my_sharing”]

Tips Umrah ala Ahmad Juwaini
Ahmad pun memberikan tips beribadah umrah. Pertama, kata dia, yaitu niat dalam hati umrah karena ingin ibadah kepada Allah SWT. Kemudian kedua, lanjut dia, mulailah menabung.

Menurut Ahmad, menabungnya berapa saja tak masalah, karena nanti akan sampai jumlahnya itu meskipun uangnya itu bukan dari kita semua. ”Jadi, maksudnya kalau kita menabungnya untuk niat ibadah umrah atau haji, itu akan dimudahkan oleh Allah SWT. Nggak tahu mengapa, uangnya ada saja. Allah SWT berikan rejeki berlimpah dan berkah,” ujar Ahmad.

Ketiga, lanjut dia, adalah niatkan dalam hati pula untuk beribadah umrah dengan khusus di bulan suci Ramadhan dengan melakukan hal-hal yang diajarkan oleh Allah SWT, misalnya membaca Alquran hingga tamat.  Sehingga pada akhirnya ibadah umrah itu terasa lebih khusus dan nikmat berlimpah berkah.

”Kalau saya meniatkan hati membaca Alquran harus tamat selama proses umrah di Mekah. Alquran 30 jus itu harus selesai dibaca. Ini bekal hidup kita, ya banyak mengikhlaskan hati niatnya untuk ibadah,” pungkas Ahmad.

[su_note note_color=”#d5d5d5″ text_color=”#40433f” radius=”5″]Umrah Lailatul Qadr (15-30 Juni), mulai Rp 39.5 Juta, bersama CahyaMadina, LIHAT! [/su_note]