Unit Syariah Asuransi Adira Sasar Asuransi Kesehatan

[sc name="adsensepostbottom"]

Kehadiran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) turut menjadi salah satu faktor yang mendorong Asuransi Adira menyiapkan produk asuransi kesehatan syariah. BPJS dinilai secara tak langsung menumbuhkan kesadaran masyarakat akan asuransi kesehatan.

adiralogoDirektur Utama Asuransi Adira, Indra Baruna, mengatakan asuransi kesehatan syariah diharapkan sudah bisa diluncurkan pada semester II tahun ini. “Adanya BPJS membuat kesadaran masyarakat akan kesehatan tiba-tiba meningkat, karena itu kami memanfaatkan momentum ini,” ujarnya. Asuransi Adira masih menyasar grup health dengan target pasar perusahaan kelas menengah yang memiliki karyawan antara 2000-3000 orang. Sementara, untuk pasar ritel kini masih dibangun.

Indra menuturkan untuk asuransi kesehatan ini, pihaknya pun membuka kerjasama dengan BPJS. “Untuk kerjasama kami sedang mempelajari draftnya dan sedang dalam penelaahan,” kata Indra. Produk asuransi kesehatan syariah ini pun nantinya akan melengkapi produk asuransi kesehatan yang dimiliki oleh induknya, yaitu Medicillin.

Sebelumnya, unit syariah Asuransi Adira juga telah memiliki produk asuransi mikro seperti Asuransi Demam Berdarah dan Salaam Card (asuransi kecelakaan diri) yang baru diluncurkan di awal tahun ini. Untuk pemasarannya Asuransi Adira bekerjasama dengan distributor dan retailer yang memiliki jumlah jaringan banyak. Khusus untuk Salaam Card, masyarakat juga bisa mendapatkannya di sekitar 260 pom bensin di seluruh Indonesia.

Indra menjelaskan menjelang mudik Lebaran di tahun ini Salaam Card menjadi andalan dalam memberikan perlindungan bagi pemudik. “Masyarakat bisa mendapatkan asuransi Salaam Card ini saat mengisi Nitrogen di SPBU, jadi sudah dibundle,” cetus Indra. Khusus untuk bulan Ramadhan ini, premi Salaam Card sebesar Rp 49 ribu dengan uang pertanggungan antara Rp 2 juta sampai Rp 5 juta.

Sampai Mei 2014, unit syariah Asuransi Adira menghimpun premi sebesar Rp 34,5 miliar, atau tumbuh 21 persen dari periode sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, produk asuransi kendaraan bermotor, yaitu Autocillin Ikhlas dan Motopro Syariah masih mendominasi sebanyak 82 persen, Aqila (asuransi PHK) sebesar 10 persen, dan sisanya Home Insurance Syariah, Salaam Card, iCard dan asuransi demam berdarah.

Sementara, dari sisi saluran distribusi, leasing menyumbang 44 persen (kerjasama dengan 4 leasing syariah), bank syariah 30 persen (11 bank), agensi dan penjualan langsung 17 persen (200 agen) dan korporasi 9 persen. Secara total sampai Juni 2014 Asuransi Adira menghimpun premi sebesar Rp 900 miliar, atau naik 15 persen dari tahun lalu.