Di saat pertumbuhan industri perbankan syariah melambat di tahun lalu, unit usaha syariah Bank DKI (UUS Bank DKI) justru tumbuh pesat.

Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono, menuturkan menutup tahun 2014 UUS Bank DKI mencatat aset hampir Rp 4 triliun. “Unit syariah kami bagus dan tumbuh diatas rata-rata, hampir 60 persen. Ini karena kami sudah melakukan konsolidasi di tahun sebelumnya dan melakukan berbagai pembenahan di sistem, infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penambahan jaringan,” ujar Eko, disela-sela seremoni penyerahan ambulans gratis Bank DKI kepada Rumah Zakat, Rabu (28/1). Baca juga: Bank DKI Serahkan Ambulans Gratis via Rumah Zakat
Namun, lanjut Eko, pihaknya tak menetapkan target muluk-muluk di tahun ini. “UUS Bank DKI tetap akan tumbuh, tetapi mungkin tidak setinggi tahun lalu,” kata Eko. Secara keseluruhan ia menargetkan pertumbuhan pembiayaan 22 persen dan dana pihak ketiga (DPK) 35 persen, baik konvensional maupun unit syariah. Kendati demikian, ungkapnya, masih ada kemungkinan Rencana Bisnis Bank akan direvisi sesuai dengan perkembangan yang dinamis dan kekuatan likuiditas.
Ia tak menampik tahun ini menjadi tahun yang agak agresif dalam penghimpunan DPK karena likuiditas mulai ketat. Walau agresif, tambah Eko, pihaknya juga tetap akan menerapkan prinsip kehati-hatian. “Kami mengarahkan kantor cabang tahun ini yang sebelumnya fokus ke kredit, sekarang juga ke DPK,” tukas Eko. Baca juga: Bank Syariah Selektif Terapkan Akad Bagi Hasil
Di tahun ini Eko pun berharap Bank DKI dapat lebih banyak menggaet dana ritel. Ia menuturkan akhir-akhir ini terjadi persaingan pendanaan yang agak ketat dan membuat biaya dana naik. “Banyak di antaranya yang ke deposito. Sekarang ini sekitar 60 persen DPK yang terhimpun di Bank DKI dalam bentuk deposito,” ungkap Eko.
Di sisi lain, kata Eko, Bank DKI juga akan memperoleh tambahan penyertaan modal dari pemerintah provinsi DKI Jakarta guna mendukung pertumbuhan pada 2015. “Dananya dari APBD 2015 insya Allah bertambah Rp 500 miliar,” ujar Eko. Tambahan penyertaan modal tersebut, jelasnya, akan dapat mengangkat rasio kecukupan modal menjadi di atas 18 persen dan menaikkan batas maksimum pemberian kredit.[su_pullquote align=”right”]“Bank DKI juga akan memperoleh tambahan penyertaan modal dari pemerintah provinsi DKI Jakarta guna mendukung pertumbuhan pada 2015” [/su_pullquote]
“Selain itu, kami juga akan bisa berekspansi lebih baik dan menyediakan infrastruktur berkualitas dan menambah jaringan,” kata Eko. Di tahun ini Bank DKI berencana menambah sedikitnya tujuh kantor cabang konvensional dan tiga kantor cabang syariah di berbagai kota di Tanah Air. Kantor cabang konvensional diantaranya dibuka di Balikpapan, Medan, Semarang, Surabaya, Bogor, Bandung, dan kawasan Jabodetabek. Kantor cabang syariah di Bandung, Surabaya, dan DKI Jakarta.

