Ustad Muhammad Al-Khathtath berorasi di depan PN Jakpus. Foto: MySharing

Ustad Al-Khathtath: Ahok Ngaku Lebih Terlatih, Ternyata Dia Nangis!

[sc name="adsensepostbottom"]

Saat membacakan pembelaan Ahok menangis mengaku tak pernah menyakiti umat Islam.

Sidang perdana kasus penista agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Thahaja Purnama alias Ahok, kelar sekitar pukul 11.34 WIB, Selasa(13/12).

Umat Islam yang sedari pagi berada di luar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,  karena tidak dapat masuk dan melihat secara langsung sidang tersebut, begitu pula dengan awak media. Mereka berkesempatan mendengarkan hasil sidang perdana Ahok melalui tokoh-tokoh dan perwakilan umat Islam yang menyaksikan.

Usai mengikuti jalannya persidangan perdana terkait kasus penistaan agama yaitu Ahok, di hadapan ratusan umat Islam, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Ustad Muhammad Al-Khathtath menyampaikan, dalam persidangan tadi, Ahok merasa heran merasa heran, dirinya dituduh menistakan agama Islam. Ahok tidak merasa menistakan alquran.

“Dia mengaku tidak pernah menyakiti umat Islam. Kebijakannya juga selalu berpihak kepada umat Islam. Dia juga mengaku tidak pernah menyinggung umat Islam. Itu diangomongnya sambil nangis-nangis, saudara-saudara,” ujar Ustad Al-Khathtath menginformasikan sambil direspon dengan sorakan oleh umat.

Ustad Al-Khathtath melanjutkan, padahal kita semua mendengar bagaimana Ahok sangat merasa gagah, merasa dirinya hebat. Menggusur dan memaki-maki masyarakat, bahkan menistakan kitab suci umat Islam.

“Bahkan Ahok pernah mengatakan, bahwa dirinya mengaku lebih terlatih, punya badan yang lebih bagus dari pada TNI. Ehhh…ternyata dia nangis, saudara-saudara, lucu apa lucu?,” papar Ustad Khathtath.

Untuk yang ahli medsos, lanjut Ustad silakan cek di internet apakah betul tidak ada sama sekali ucapan Ahok yang menyakiti umat Islam. Kalau ada ucapan Ahok yang menyakiti umat Islam, silahkan di-upload dan sampaikan kepada Ahok dan pendukungnya biar mereka tahu diri.

Ustad juga memberitahukan, bahwa Ahok menganggap proses hukum terkesan dipaksakan dan berjalan cepat karena ada tekanan dari demonstrasi massa. Padahal demo itu dilindungi undang-undang, dan polisi juga turut mengamankan karena demo ini selalu damai tujuanya hanya satu menuntut penegakan hukum yang berkeadilan. Ini, tegas Ustad Al-Khathtath, murni aksi tuntut keadilan penegasan hukum bagi penista agama bukan soal politik apalagi membenci suku, ras dan agama lain.

Terkait Ahok menganggap ini proses sidang ini pelanggaran HAM,  padahal selama ini, kata Ustad Al-Khathtath,  Ahok selalu mengatakan daripada pemimpin Muslim lebih baik pemimpin kafir yang rajin, daripada pemimpin Muslim yang lamban mending pemimpin kafir yang cepat. “Eehh..sekarang ada polisi, jaksa, dan pengadilan yang cepat dibilang langgar HAM,” tukasnya.

Ustad Al-khathtath juga mengaku heran adanya beberapa umat Muslim yang membela penista agama.  Ironisnya lagi kata dia, para pengacara  Ahok menggunakan ayat alquran dan hadits untuk membenarkan perbuatan Ahok.

“Saya sedih, ayat suci saya dijadikan untuk membela penista agama. Apakah saudara-saudara rela Al-Auran dijadikan untuk membela Ahok? Kita minta supaya MUI menilai apakah hal itu juga bisa dikaitkan dengan perbuatan menistakan agama. Ini yang harus diusut. Kalau terjadi penistaan agama, wajib proses hukum bagi pendukung yang melindungi Ahok,” tegas Ustad Al Khathtath.

Ustad Al-Khathtath mengajak umat Muslim untuk terus mengawal proses hukum Ahok hingga keadilan ditegakkan.