Perjuangan terhadap Islam tak diragukan lagi, sebagai pengiat pendidikan, pendakwah hingga karya buku Islami ditorehkan pendiri Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Center ini.
Dalam Islamic Book Fair (IBF) ke-16 tahun 2017, IKAPI DKI Jakarta kembali memberikan apresiasi penganugerahan Tokoh Pembukuan Islam 2017 dalam Islamic Book Award.
Tokoh Pembukuan Islam 2017 itu disematkan pada Ustad Bachtiar Nasir.
Ustad Bachtiar, selain dikenal sebagai penulis juga pendakwah, aktivis, pengiat pendidikan dan lainnya.Namun Ustadz Bachtiar lebih senang disapa sebagai guru ngaji.
Ustadz Bachtiar sangat prihatin dengan tingginya buta aksara Al Quran, rendahnya multitafsir membaca, menghapal dan miskinnya penghayatan ayat-ayat sebagai jimat. Memandang Al Quran hanya sebagai bacaan biasa, tadarus hanya sekedar untuk hatam dan mendapatkan pahala. Hal itu semakin terpengaruh oleh perilaku keagamaan yang tidak sungguh-sungguh dalam berdakwah Al Quran.
Keprihatinan ini telah mendorong pria kelahiran Jakarta 26 Juni 1967 ini untuk mendirikan Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Center sejak 2008. Lewat lembaga inilah “Gerakan Nasional Tadabur Quran (GNTQ)”, digiatkan.
Ustad Bachtiar juga Pemimpin Pesantren Ar-Rahman Quranic College (AQC) sejak 2009, dan Pimpinan AQL Islamic School sejak 2016.
Ustad Bachtiar adalah lulusan Ponpes Modern Gontor Ponorogo dan Ponpes Daarul Huffazh Bone Sulawesi Selatan. Dia juga menyelesaikan pendidikan di Madinah Islamic University di Arab Saudi. Tahun 2010 hingga sekarang, aktif sebagai Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan Wakil Sekertaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan Ketua Alumni Saudi Arabia se-Indonesia.
Dengan kesibukannya di beberapa organisasi, Ustad Bachtiar masih meluangkan waktu untuk menulis buku Islami. Di antaranya, buku Meraih Mutiara Al Quran, Menyelami Mutiara Al Quran, dan Masuk Surga Sekeluarga. Ketiga buku Islami ini diterbitkan AQL. Sedangkan buku Tadabur Al Quran dan Anda Bertanya Kami Menjawab adalah diterbitkan Gema Insani Pers.
Perjuangannya terhadap Islam tak diragukan lagi. Bahkan paling terdepan membela rakyat Palestina Ustadz Bachtiar Nasir melelang syal kehormatannya untuk Palestina senilai Rp 100 juta di acara Palestina Solidarity Day (PSD) 2015 yang digelar di Istora Senayan.
[bctt tweet=”Perjuangannya terhadap Islam tak diragukan lagi!” username=”my_sharing”]
Di Indonesia, dalam Aksi Bela Islam, Ustad Bachtiar Nasir nahkoda umat Islam Indonesia yang menuntut keadilan penegakkan hukum. Beliau adalah Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI). Dalam Aksi Bela Islam dan kiprahnya di dunia dakwah, dia sangat berani menegakkan amar maruf nahi munkar.

