Umat Islam dan para ulama sangat mencintai NKRI, semua menginginkan kebaikan bagi negeri ini.
Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) menggelar rapat pleno ke-16 bertajuk “Dialog Ulama-Ulama : Meneguhkan Kondusifitas Umat”, di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa (21/3).
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi tamu dalam dialog tersebut. Dalam paparannya, Tito mengajak umat Islam untuk menjaga kebhinnekaan yang merupakan tanggung jawab bersama warga Indonesia.
Pada kesempatan ini, Tito juga mempersilahkan para ulama untuk menyampaikan saran maupun pertanyaan kepada dirinya selaku Kapolri. “Saya sangat mengapresiakan masukan-masukan tersebut dan berjanji akan menindak lanjuti,” ujar Tito.
Wakil Sekertaris Wantim MUI Ustad Zaitun Rasmin menyampaikan beberapa saran kepada Kapolri terkait pentingnya dialog antara ulama dengan pemerintah. Polri bersama pemerintah bisa terus menjalin komunikasi, bukan hanya dengan para ulama tapi juga dengan para konglomerat di negeri ini,
Menurutnya, ini penting seperti yang pernah juga dilakukan para pemimpin terdahulu. Diantaranya, yang dilakukan oleh almarhum Presiden Soeharto di era Orde Baru (Orde). Dialog dengan melibatkan para ulama, umara, dan para pengusaha seperti itu akan dapat menyelesaikan banyak persoalan.
”Segala masalah bisa diatasi dengan dialog, dengan komunikasi. Alhamdulillah bapak (Kapolri) ini selalu komunikasi dengan para ulama. Komunikasi dengan para konglomerat ini juga saya kira perlu,” papar Ustad Zaitun.
Para konglomerat yang dimaksud Ustad Zaitun pun bukan hanya yang beragama Islam, termasuk para pengusaha. Umat Islam, tegas dia, akan terus melanjutkan persahabatan dengan etnis dan agama manapun seperti yang selama ini dilakukan.
Wakil Ketua Gerakan Pengawal Nasional Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) ini menyampaikan, bahwa umat Islam dan para ulamanya sangat mencintai NKRI. Semua menginginkan kebaikan bagi negeri tercinta ini. Dan bentuk kecintaan itu adalah dengan dialog bersama mencari jalan keluar berbagai persoalan.
“Kita saya negeri ini, tapi betul-betul langkah awal pak, untuk menyelesaikan persoalan bangsa, mudah-mudahan salah satunya kompromi dengan sesama komponen bangsa,” ujarnya. .
Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini pun berpesan kepada Kapolri agar masukan ini bisa disampaikan kepada .
Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini berharap agar Kapolri menyampaikan masukan ini kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). ”Saya berharap agar Presiden Jokowi berkenan mengundang para ulama dan tokoh bangsa untuk melakukan dialog kebengsaan,”ujar Ustad Zaitun.
Menutup usulan, Ustad Zaitun juga berharap agar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta berlangsung secara elegan dan konstitusional. Diharapkan hal ini bisa diupayakan bukan hanya pihak pasangan calon Muslim saja, tapi oleh kedua belah pihak.
”Pilkada DKI Jakarta ini, hajatan umat di Ibu Kota akan menjadi barometer di seluruh tanah air,” tukasnya.
Kapolri menyambut baik masukan-masukan yang disampaikan dan berjanji akan membahas dalam rapat. ”Tadi, saya catat point-point pentingnya untuk saya bawa ke rapat-rapat dengan pihak terkait,” pungkas Tito.

