Kejadian penolakan safari dakwah Ustad Abdul Somad di Bali oleh sekelompok orang tidak bertanggungjawab pada akhir pekan lalu mendapat kecaman dari berbagai pihak. Ke depan, diharapkan jangan sampai terjadi lagi kejadian ulama diprovokasi.
Ustadz Abdul Somad sendiri berharap, kejadian dirinya yang diprovokasi oleh segelintir massa tersebut, agar jangan sampai terjadi lagi pada ulama mana pun di tanah air.
“Ke depan jangan ada lagi ustad dimanapun, yang dibenturkan, mengalami seperti yang saya alami,” ungkap Ustadz Abdul Somad kepada pers di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, (10/12).
Ustad yang sedang naik daun ini menyatakan, dirinya mengambil ibrah dari kejadian tidak mengenakkan yang dialami kemarin tersebut. Namun ia berharap, agar para provokator yang menghadangnya dalam kejadian tersebut untuk bisa diambil tindakan hukum oleh para aparat terkait.
- KB Bank Syariah Gelar Aksi CSR Serentak, Perkuat Kontribusi Sosial se-Indonesia
- Sambut Idulfitri 1447 H, Bank Muamalat Optimalkan Layanan Kantor Cabang dan Digital
- Royco dan Masjid Istiqlal Berbagi Kelezatan untuk Hangatkan Momen Kebersamaan di Ramadhan
- BSI Fasilitasi UMKM Go Digital dan Go Global Melalui Ajang Expo
“Mudah-mudahan ke depannya tidak ada ulama yang diperlakukan seperti ini. Saya juga berharap provokator pada kejadian itu bisa ditindak,” ungkap Ustadz Abdul Somad.
Sementara itu, paska kejadian tersebut, semakin banyak kalangan yang mengecam aksi penolakan safari dakwah Ustadz Abdul Somad di Bali tersebut.
Menurut Ketua Umum Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) – Farhan Hasan, dalam siaran pers-nya di Jakarta kemarin, minggu (10 /12), sangat mengecam tindakan penolakan sekelompok orang di Bali terhadap ustadz Abdul Somad. Menurut Farhan, tindakan tersebut menciderai kebhinekaan yang ada di Indonesia. Penolakan tersebut justru mencederai nilai-nilai Pancasila dan dapat merusak kerukunan umat beragama di Indonesia, tandasnya.
“Bayangkan, seorang tokoh agama diperlakukan seperti itu? Ada ancaman dan fitnah. Kami meminta aparat hukum menindak tegas tindakan-tindakan yang menyebabkan hal-hal intoleran tersebut dan persekusi semacam itu beserta aktor intelektualnya, karena akan memicu konflik horizontal,” ungkap Farhan Hasan.
Farhan Hasan lalu melanjutkan, selama ini para umat Hindu di Bali memiliki sikap paling toleran terhadap tamu-tamu yang datang ke Bali. Karena itu, jangan sampai hal tersebut dinodai oleh perbuatan sekelompok orang yang memprovokasi untuk memecah belah bangsa dan bertentangan dengan norma-norma pancasila.
“Kami berharap di Indonesia terwujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini,” tandas Farhan Hasan lagi.

