
Kepala Unit Usaha Syariah OCBC NISP, Koko T Rachmadi, mengatakan pembiayaan UUS OCBC NISP tetap memiliki fokus di konsumer. Oleh karena itu, pengembangan produk pun dilakukan di sektor tersebut untuk memberikan pilihan beragam bagi nasabah. Setelah memiliki produk pembiayaan kepemilikan rumah berakad murabahah dan musyarakah mutanaqisah, kini UUS OCBC NISP mendiversifikasi akadnya yaitu dengan menggunakan istishna. Tahun ini UUS OCBC NISP mengajukan beberapa produk baru ke OJK, salah satunya KPR iB indent dengan akad istishna untuk menangkap pasar indent, lalu KPR untuk renovasi dan konstruksi juga dengan akad istishna.
“Penggunaan akad istishna ini ada dua sasaran yaitu untuk nasabah baru yang indent, jadi selama rumah dibangun kita kasih istishna dan setelah rumah jadi, kami akan kasih pilihan mau murabahah atau musyarakah mutanaqisah. Lalu untuk nasabah eksisting yang lancar pembiayaannya juga bisa pake istishna untuk renovasi,” jelas Koko, di OCBC NISP Tower, Rabu (18/6). Produk-produk baru tersebut ditargetkan dapat mulai dipasarkan di kuartal empat 2014. Saat ini UUS OCBC NISP mencatat portofolio pembiayaan kepemilikan rumah sebesar Rp 1,5 triliun.
Selain produk pembiayaan, UUS OCBC NISP juga tengah menyiapkan tabungan valuta asing yang urusan perizinannya ditargetkan rampung pada kuartal tiga 2014. “Daerah seperti Batam bagus untuk valas, karena kami melihat ada permintaan makanya harus mendukung pendanaannya dulu,” ujar Koko.
Walau kondisi saat ini masih bergejolak dan sedang ada pesta demokrasi, Koko mengungkapkan pihaknya tak terlalu terpengaruh terhadap hal tersebut. Pasalnya, segmen pasar yang dibidik adalah kelas menengah ke atas dan berada di kota besar, yang nasabahnya tidak begitu terpengaruh dengan eknaikan bunga maupun inflasi. Di kuartal tiga 2014 UUS OCBC NISP mencatat laba sebesar Rp 7,5 miliar. Tahun lalu UUS yang terbentuk di tahun 2009 ini mencatat laba Rp 41 miliar. Di tahun ini UUS OCBC NISP menargetkan aset dapat mencapai Rp 2,3 triliun.

