Valuasi Reksa Dana Saham Mandiri Investasi Turun

[sc name="adsensepostbottom"]

Mandiri Investasi membidik dana kelolaan reksa dana saham Rp 12 triliun.

(Ki-Ka): Head of Retail Bank Citi Indonesia Harsya Prasetyo, CEO Citi Indonesia Batara Sianturi, bersama Direktur Utama Mandiri Investasi Muhammad Hanif. Foto: Citi
(Ki-Ka): Head of Retail Bank Citi Indonesia Harsya Prasetyo, CEO Citi Indonesia Batara Sianturi, bersama Direktur Utama Mandiri Investasi Muhammad Hanif. Foto: Citi

Pasar saham yang fluktuatif berdampak pada dana kelolaan perusahaan manajemen aset, salah satunya Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi). Direktur Utama Mandiri Investasi Muhammad Hanif menuturkan, valuasi reksa dana saham yang dikelolanya mengalami penurunan dalam sebulan terakhir.

“Total dana kelolaan sekarang Rp 37 triliun, tadinya sempat di Rp 38 triliun. Jadi sempat turun karena valuasi equity fund reksa dana ada Rp 9,5 triliun, dari yang tadinya Rp 10,5 triliun. Kalau turun tujuh persen saja sudah turun Rp 700 miliar. Namun, walau sekarang ini volatile, yang kami lihat senangnya nasabah tidak reaktif,” katanya usai penandatanganan kerja sama Mandiri Investasi dengan Citi, Rabu (30/11).

Ia mengakui, tahun ini pertumbuhan dana kelolaan reksa dana saham memang tidak banyak. Sebelumnya Mandiri Investasi menargetkan dana kelolaan reksa dana saham dapat mencapai Rp 12 triliun, tetapi saat ini baru sebesar Rp 9,5 triliun. Menurut Hanif, hal itu dikarenakan adanya kewajiban industri keuangan non bank memenuhi porsi minimum investasi di surat berharga negara.

“Pasar modal sempat tumbuh baik, dimana IHSG return-nya hampir 18 persen. Namun, kelihatannya nasabah institusi banyak masuk di obligasi seperti Surat Utang Negara untuk memenuhi kewajiban investasi sebesar 20 persen. Kami lihat investasi mereka akhir tahun ini relatif mau selesai, sehingga saat ini lebih memprioritaskan untuk memenuhi kewajiban berinvestasi di surat berharga negara,” paparnya.

Di lain pihak, lanjutnya, meski pasar volatile tidak banyak nasabah yang menjual maupun mengalihkan investasi reksa dana. “Biasanya di akhir bulan reksa dana pasar uang yang redeem, tapi itu musiman. Jadi kami relatif stabil. Kalau reksa dana saham dilihatnya hanya masalah valuasi karena tertekan, namun dari sisi unitnya tidak berkurang,” jelas Hanif.