Paus Fransiskus menyerukan kepada masyarakat dunia international untuk turut membantu para pengungsi Rohingya dan Bangladesh

Seperti dikutif dari kantor berita Reuters, Senin (25/5) Paus Fransiskus menyerukan kepada dunia international untuk turut mengulurkan tangan menyelamatkan pengungsi Rohinya dan yang masih terombang-ambing di laut Andaman, dekat negara Thailand.
”Saya merasa khawatir penuh derita di dalam hati, ditengah bergulirnya pengungsi di Teluk Bengal dan laut Andaman. Kondisi mereka sangat menyedihkan, selain terjebak di tengah laut, mereka juga kekurangan pasokan makanan,” kata Fransiskus, kepada jemaat yang berkumpul di alun-alun Saint Peter di Vatikan, Minggu (24/5).
Fransiskus mengapresiasikan Indonesia dan Malaysia yang telah bersedia menampung pengungsi Rohingya dan Bangladesh.”Saya juga mendorong komunitas international untuk memberikan bantuan kemanusiaan,” tegasnya.
- CIMB Niaga Syariah Perluas Akses Layanan Perbankan Syariah di Bogor, Resmikan Digital Branch
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
Arus pengungsi di Teluk Bengal itu telah membanjiri beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan pertemuan pada pekan lalu, Indonesia dan Malaysia bersedia untuk menampung sementara sekitar 7.000 pengungsi. Sementara Thailand menolak menampung mereka, tapi bersedia memberikan dana bantuan.
Kedua negara bekerja sama dengan berbagai organisasi international seperti UNHCR dan IOM untuk menentukan ke mana mereka akan dimukimkan. Untuk pengungsi imigran ilegal Bangladesh, Indonesia dan Malaysia sepakat untuk memulangkan mereka ke negara asalnya.
Perdana Menteri Najib Tun Razka telah memerintahkan agar segera mencari ribuan pengungsi yang masih terombang ambing di tengah laut. Begitu pula Panglima TNI Jenderal Moeloko yang telah mendapatkan perintah dari Presiden Joko Widodo, segera memerintahkan TNI untuk mencari para pengungsi tersebut.

