Wahdah Islamiyah berharap Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) dapat memikirkan permasalahan dalam aspek keamanan negara. Yakni memberikan pemahaman nasionalisme.

“Dewan Pertimbangan MUI harus memberikan sentuhan dalam keamanan nasional dan memberikan pemahaman dari nasionalisme,” kata Ikhwan, dalam rapat pleno IV Wantim MUI bertajuk “Meluruskan Kiblat Bangsa,” di kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (20/1).
Terkait pemahaman dari nasionalisme, Ikhwan menyampaikan, pentingnya pemahaman untuk diberikan kepada seluruh elemen bangsa, agar tidak ada salah kaprah soal nasionalisme.
“Pemahaman sangat penting karena sikap reaktif dari komponen bangsa tentang nasionalisme, semakin mengalami kemunduran karena bersifat tekstual,” ungkap Ikhsan.
Ia memandang nasionalisme yang ada sekarang hanya bersifat nasionalisme tekstual, yang hanya akan diwujudkan dengan atribut-atribut yang ditonjolkan dan terlihat dari luar saja. Padahal, tegas dia, pemahaman nasionalisme sangat penting sebagai bekal pemahaman elemen bangsa, termasuk dalam menghilangkan stigma negatif kepada umat Islam yang selama ini seakan melekat.
Soal stigma tersebut, Ikhwan membagikan pengalaman Wahdah Islamiyah dengan salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia, yang menuding organisasinya sebagai jaringan terorisme. “Maka itu, pemahaman nasionalisme sangat perlu ditekankan Wantim MUI, sebagai langkah lain melepaskan stigma buruk tentang organisasi Islam,” pungkasnya.
[bctt tweet=”Organisasi Islam perlu pemahaman nasionalisme untuk melepas stigma terorisme”]

